MerahPutih.com - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menutup permanen tempat pembuangan sampah liar, setelah sebelumnya alami penumpukan sampah pasca Lebaran Idulfitri 2026/1447 Hijriah dan sebagai dampak dari insiden longsor di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
Dinas LH DKI menutup permanen TPS Rawadas yang merupakan TPS liar melalui kolaborasi bersama pihak kecamatan, kelurahan, serta Satpol PP di kawasan TPU Pondok Kopi.
Sampai Rabu (1/4) malam, lokasi tersebut telah sepenuhnya bersih dari sampah.
Penanganan juga tengah berlangsung di TPS Kencana yang berada di bawah ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono (Tol Tanjung Priok). Setelah proses pengosongan selesai, lokasi ini akan ditutup permanen dengan pemasangan pagar besi.
Baca juga:
Longsor TPST Bantargebang Picu Penumpukan Sampah di Jakarta, Ini Langkah Pemprov DKI
Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menargetkan dalam pekan ini operasional pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang dapat kembali normal.
Sisa sampah setelah Lebaran juga diupayakan segera tertangani dan didistribusikan ke fasilitas pengolahan, termasuk TPST Bantargebang dan RDF Plant.
"Kami berkomitmen mempercepat penanganan sampah di dalam kota agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Seluruh jajaran DLH terus bekerja maksimal agar kondisi segera pulih dan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan optimal," tutur Asep kepada wartawan, Kamis (2/4).
Asep menyebutkan, pihaknya bergerak cepat menangani penumpukan sampah di sejumlah titik di dalam kota pasca Lebaran dan longsor di Bantargebang.
Baca juga:
Jakarta Tambah 20 Truk Baru Selaikan Penumpukan Sampah di TPS
Langkah ini untuk memastikan kenyamanan warga tetap terjaga, sekaligus menjadi wujud tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan publik optimal.
Asep menjelaskan, kondisi tersebut berdampak pada penyesuaian operasional pengangkutan sampah menuju TPST Bantargebang.
Salah satunya melalui pengaturan waktu pengangkutan (shifting) guna mencegah antrean truk dan kepadatan di area maupun akses menuju lokasi.
"Pascalebaran dan adanya kejadian longsor di TPST Bantargebang beberapa waktu lalu, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik di dalam kota. Kami tidak menutup-nutupi kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujarnya.
Baca juga:
Jakarta Siapkan 3 PLTSa, Gunungan Sampah Bantargebang 54 Juta Ton Jadi Sorotan
Asep menegaskan, Dinas LH DKI tidak melakukan pembatasan kuota pengiriman sampah, melainkan mengoptimalkan proses distribusi melalui pengaturan sistem kerja dan shift pengangkutan truk sampah yang lebih terukur.
Saat ini, pengangkutan sampah dibagi menjadi tiga shift setiap hari agar alur pengiriman lebih lancar dan antrean kendaraan dapat diminimalkan.
Melalui pola tersebut, Dinas LH memastikan waktu tunggu (dwelling time) truk sampah tetap terkendali, yakni tidak melebihi tiga jam.
Selain menjaga efisiensi operasional, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya melindungi keselamatan dan kesehatan para pengemudi.
"Kami ingin memastikan para sopir bekerja dalam kondisi aman dan teratur, sekaligus menjaga kelancaran operasional pengangkutan sampah," ucapnya.
Seiring dengan percepatan pengangkutan, Dinas LH juga melakukan penanganan intensif di sejumlah titik yang sebelumnya mengalami penumpukan. Di TPS Kali Anyar, proses pengosongan telah rampung dan kondisi lokasi kini sudah bersih. (Asp)