MerahPutih.com - Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah penyitaan kapal dagang Touska berbendera Iran oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) di Teluk Oman pada Minggu (19/4). Militer AS menyita kapal dan menahan para awak kerena menembus blokade perairan Iran.
Iran menuding tindakan AS itu merupakan pembajakan maritim dan pelanggaran terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran menuntut kapal Touska berserta seluruh awaknya segera dibebaskan
“Menegaskan perlunya pembebasan segera kapal Iran, awaknya, dan keluarga mereka,” tulis rilis Kemenlu Iran, dikutip Selasa (21/4).
Baca juga:
AS Janji Serang Infrastruktur, Iran Tolak Perundingan di Bawah Ancaman
Ancaman Balasan Iran
Iran menilai penyitaan itu melanggar Piagam PBB serta gencatan senjata yang telah disepakati pada awal April, yang akan membuat AS harus menanggung konsekuensinya ke depan.
"Memperingatkan konsekuensi serius dari tindakan ilegal dan kriminal Amerika Serikat," tulis Kemenlu Iran, dikutip Antara.
Juru bicara markas pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan Iran akan mengambil langkah tegas setelah memastikan keselamatan awak kapal.
“Kami tidak akan tinggal diam. Setelah keselamatan awak dipastikan, tindakan yang diperlukan terhadap pasukan AS akan diambil,” ujarnya.
Baca juga:
Kapalnya Dicegat USS Spruance, Iran Balas Tembaki Militer AS Pakai Serangan Drone
Penyitaan Terjadi di Tengah Gencatan Senjata
Insiden ini terjadi di tengah situasi rapuh pasca serangan AS-Israel ke Teheran pada Februari lalu yang menewaskan warga sipil. Meski gencatan senjata dua pekan sempat diumumkan pada 7 April, negosiasi lanjutan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.
Sejak itu, AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, memperburuk ketegangan regional. Para mediator kini berupaya mengatur perundingan putaran berikutnya, namun insiden Touska dipandang sebagai hambatan besar bagi proses damai.
Penyitaan kapal Touska bukan hanya memicu kecaman Iran, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas jalur perdagangan energi di Teluk Oman. Kawasan tersebut merupakan salah satu jalur vital bagi distribusi minyak dunia. (*)