Iran Tuntut Militer AS Segera Bebaskan Kapal Touska dan Seluruh Awaknya

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 21 April 2026
Iran Tuntut Militer AS Segera Bebaskan Kapal Touska dan Seluruh Awaknya

Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah penyitaan kapal dagang Touska berbendera Iran oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) di Teluk Oman pada Minggu (19/4). Militer AS menyita kapal dan menahan para awak kerena menembus blokade perairan Iran.

Iran menuding tindakan AS itu merupakan pembajakan maritim dan pelanggaran terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran menuntut kapal Touska berserta seluruh awaknya segera dibebaskan

“Menegaskan perlunya pembebasan segera kapal Iran, awaknya, dan keluarga mereka,” tulis rilis Kemenlu Iran, dikutip Selasa (21/4).

Baca juga:

AS Janji Serang Infrastruktur, Iran Tolak Perundingan di Bawah Ancaman

Ancaman Balasan Iran

Iran menilai penyitaan itu melanggar Piagam PBB serta gencatan senjata yang telah disepakati pada awal April, yang akan membuat AS harus menanggung konsekuensinya ke depan.

"Memperingatkan konsekuensi serius dari tindakan ilegal dan kriminal Amerika Serikat," tulis Kemenlu Iran, dikutip Antara.

Juru bicara markas pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan Iran akan mengambil langkah tegas setelah memastikan keselamatan awak kapal.

“Kami tidak akan tinggal diam. Setelah keselamatan awak dipastikan, tindakan yang diperlukan terhadap pasukan AS akan diambil,” ujarnya.

Baca juga:

Kapalnya Dicegat USS Spruance, Iran Balas Tembaki Militer AS Pakai Serangan Drone

Penyitaan Terjadi di Tengah Gencatan Senjata

Insiden ini terjadi di tengah situasi rapuh pasca serangan AS-Israel ke Teheran pada Februari lalu yang menewaskan warga sipil. Meski gencatan senjata dua pekan sempat diumumkan pada 7 April, negosiasi lanjutan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.

Sejak itu, AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, memperburuk ketegangan regional. Para mediator kini berupaya mengatur perundingan putaran berikutnya, namun insiden Touska dipandang sebagai hambatan besar bagi proses damai.

Penyitaan kapal Touska bukan hanya memicu kecaman Iran, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas jalur perdagangan energi di Teluk Oman. Kawasan tersebut merupakan salah satu jalur vital bagi distribusi minyak dunia. (*)

#Iran #Amerika Serikat #Selat Hormuz
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Iran mengajukan tujuh syarat kepada AS sebelum bersedia berunding dan membuka Selat Hormuz. Tuntutannya mencakup pencabutan sanksi hingga penghentian blokade.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Dunia
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Iran memperingatkan perang baru dengan Amerika Serikat bisa berlangsung lebih lama. Ancaman muncul setelah Donald Trump mengisyaratkan serangan lanjutan.
Yusuf Abdillah - Senin, 02 November 2026
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Dunia
9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Pesawat menukik ke tanah hampir secara vertikal dan meledak menjadi bola api besar.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
  9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Dunia
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
JD Vance menegaskan Donald Trump tidak akan membiarkan AS terjebak dalam perang berkepanjangan dengan Iran di tengah ketegangan dan mandeknya perundingan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 30 Oktober 2026
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
ShowBiz
Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, 'Rockin' in the Free World', tanpa izin.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Dunia
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Kuba mengadu ke PBB usai 2,6 juta rakyatnya kesulitan air minum akibat krisis listrik dan blokade ekonomi Amerika Serikat. Simak laporan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Indonesia
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Dunia
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Donald Trump serukan Venezuela jadi negara bagian ke-51 AS dan ganti presiden dengan gubernur. Cek pernyataan lengkap dan analisis geopolitiknya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Indonesia
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Minaj menyebut dirinya sebagai 'penggemar nomor satu' Trump meskipun ia sempat mengkritik kebijakan Trump pada masa jabatan pertamanya.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Bagikan