Wali Kota New York Zohran Mamdani Buka-Bukaan Warga New York ‘Dibohongi’ soal Udara Beracun setelah Serangan 9/11

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
  Wali Kota New York Zohran Mamdani Buka-Bukaan Warga New York ‘Dibohongi’ soal Udara Beracun setelah Serangan 9/11

Wali Kota New York Zohran Mamdani.(foto: Instagram Zohram Mamdani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KUALITAS udara beracun ternyata telah terdeteksi di Manhattan, New York, tak lama setelah serangan 9/11. Namun, para pejabat saat itu justru meremehkan risiko kesehatan pada masyarakat. Hal itu terungkap dalam ribuan dokumen yang baru dirilis.

Wali Kota New York Zohran Mamdani mengatakan 170.000 dokumen tersebut menunjukkan asbes ditemukan hampir di setiap lokasi yang diperiksa di sekitar Ground Zero, tempat menara World Trade Center runtuh pada 2001. Dokumen-dokumen tersebut dirilis untuk menyelesaikan gugatan yang diajukan kelompok advokasi 9/11 Health Watch, yang menuntut pemerintah kota menyerahkan dokumen terkait.

Pejabat kota menemukan 68 kotak dokumen tersebut pada tahun lalu. Sebelumnya, pemerintah kota menyatakan tidak memiliki dokumen-dokumen itu.

“Dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya, mereka mengabaikan orang-orang yang menuntut jawaban dan kejelasan. Kami tidak akan melakukan hal yang sama,” kata Mamdani sambil berdiri di samping pembawa acara televisi sekaligus advokat penyintas 9/11, Jon Stewart.

Dokumen laporan kualitas udara dan berkas lainnya dirilis melalui portal daring menjelang peringatan 25 tahun serangan 9/11.

Baca juga:

Zohran Mamdani Resmi Terpilih sebagai Wali Kota New York, Tercatat sebagai Termuda dan Prokemerdekaan Palestina




Gangguan Kesehatan setelah Serangan 9/11




“Orang-orang jatuh sakit karena para pemimpin yang mereka percaya berbohong dan mengatakan mereka aman menghirup udara beracun,” kata Mamdani dalam konferensi pers bersama para penyintas.

Pejabat kesehatan Amerika Serikat mengatakan penyakit yang berkaitan dengan debu dan asap akibat runtuhnya Menara Kembar telah menyebabkan lebih banyak kematian ketimbang serangan itu sendiri. Ribuan orang mengalami dampak kesehatan, termasuk kanker, akibat serangan teroris tersebut. Banyak di antara mereka juga telah meninggal setelah menghirup kontaminan berbahaya dari bangunan-bangunan yang runtuh.

Mamdani mengatakan pemerintah kota akan mengalokasikan lebih dari USD 34 jutauntuk upaya tersebut. Menurutnya, dokumen-dokumen itu menunjukkan apa yang diketahui pemerintah kota mengenai udara beracun di sekitar Ground Zero, kapan mereka mengetahuinya, serta bagaimana mereka bertindak untuk membatasi tanggung jawab hukum.

Lebih banyak dokumen akan dipublikasikan secara bertahap selama satu tahun mendatang. Perilisan tersebut dilakukan setelah bertahun-tahun para penyintas menuntut transparansi yang lebih besar dari pemerintah kota.

Dalam konferensi pers pada Selasa (8/9), Stewart mengatakan dokumen-dokumen tersebut menunjukkan pemerintah kota baru mengakui udara yang dihirup masyarakat di kawasan Manhattan bagian selatan berbahaya hingga Oktober 2001.

“Jadi, untuk berlaku adil kepada mereka, mereka hanya menyembunyikan informasi itu selama 25 tahun,” ujar Stewart dengan nada sarkastis.

Dokumen tersebut mencakup sebuah berkas Oktober 2001 yang dikenal sebagai ‘Harding Memo’. Dalam memo itu, seorang ajudan memperingatkan mantan Wakil Wali Kota Robert Harding, yang menjabat di bawah Wali Kota Rudy Giuliani, bahwa pemerintah kota dapat menghadapi hingga 35.000 tuntutan hukum terkait dengan penanganan serangan tersebut. Dokumen itu menyebut pemerintah kota dapat digugat karena imbauan kesehatan yang dikeluarkan telah menyebabkan orang-orang kembali ke kawasan tersebut terlalu cepat sehingga mengalami paparan racun atau tekanan emosional.

Beberapa hari setelah serangan, pejabat kota dan federal, termasuk Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), menyatakan udara di sekitar Menara Kembar aman. Namun, berbagai penelitian menunjukkan masyarakat sebenarnya menghirup bahan kimia beracun.

Christine Todd Whitman, yang saat itu menjabat kepala EPA, kemudian meminta maaf atas pernyataan tersebut. Ia mengatakan badan tersebut telah melakukan yang terbaik yang mereka bisa pada saat itu berdasarkan pengetahuan yang kami miliki.

Elizabeth Cascio, mantan teknisi medis darurat Departemen Pemadam Kebakaran New York (FDNY), dikutip BBC, mengatakan ia mengalami masalah sinus dan sakit kepala setelah bertugas menangani serangan tersebut.

“Kami semua tahu kualitas udaranya tidak aman, sangat beracun dari yang kami rasakan. Awalnya, ketika saya turun dari bus dan tiba di World Trade Center, rasanya seperti harus menahan napas. Tetapi tidak mungkin menahan napas selamanya. Saya bisa merasakan partikel masuk ke hidung dan mulut saya dan berpikir: ‘Ini tidak mungkin baik-baik saja’,” katanya.(dwi)

Baca juga:

Zohran Mamdani Menangi Pemilihan Pendahuluan Wali Kota New York, Berpeluang Jadi Wali Kota Muslim Pertama di Kota Tersebut

#New York #Zohran Mamdani #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Wali Kota New York Zohran Mamdani Dukung Pramono Anung Terbitkan Obligasi Daerah
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar pertemuan bilateral dengan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Wali Kota New York Zohran Mamdani Dukung Pramono Anung Terbitkan Obligasi Daerah
Indonesia
Gubernur Pramono Pamer Capaian Ekonomi Jakarta ke Pemimpin Kota Dunia di Amerika
Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Jakarta tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang kuat.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Gubernur Pramono Pamer Capaian Ekonomi Jakarta ke Pemimpin Kota Dunia di Amerika
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Indonesia
Gubernur Pramono ke Amerika Ketemu Zohran Mamdani, Bahas Transportasi hingga Pengelolaan Sampah
Wali Kota Mamdani mengajak Pramono bergabung dengan para pemimpin kota dunia di New York untuk membahas solusi atas sejumlah persoalan perkotaan.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Gubernur Pramono ke Amerika Ketemu Zohran Mamdani, Bahas Transportasi hingga Pengelolaan Sampah
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Indonesia
Tim Ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tim Ahli  dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Bagikan