MerahPutih.com - Pilpres 2029 tinggal beberapa tahun lagi. Namun, ada sejumlah nama yang dikabarkan potensial untuk maju.
Salah satunya adalah Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin. Hal ini tertuang dalam rilis survei Indonesian Public Institute (IPI) yang dipublikasikan Rabu (11/2).
Melalui survei IPI bertajuk "Peta Elektabilitas Calon Presiden 2029", sosok Sjafrie Sjamsoeddin, Pramono Anung, Anies Baswedan, hingga Ganjar Pranowo masuk 10 besar bursa Capres 2029.
Sementara itu, Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menjadi dua kandidat teratas dalam survei tersebut.
Baca juga:
Hasil Survei: Menkeu Purbaya Masuk Bursa Capres-Cawapres 2029, Unggul Jauh dari Gibran
Munculnya nama Sjafrie Sjamsoeddin dalam bursa calon presiden (Capres) 2029 itu lantas memicu reaksi dari berbagai pengamat politik.
Salah satunya adalah Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas. Ia menilai, kehadiran Sjafrie di jajaran 10 besar tokoh potensial menjadi sinyal perpolitikan di Pilpres 2029.
"Posisi Prabowo dan Gibran di puncak survei memang tidak mengejutkan, namun kehadiran nama Sjafrie dalam daftar tersebut membuka pertanyaan menarik sekaligus mengkhawatirkan bagi stabilitas politik pemerintahan saat ini," kata Fernando Emas dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/2).
Fernando mengatakan, Sjafrie bukan nama asing dalam konstelasi politik Indonesia. Sebagai sahabat karib Prabowo, Sjafrie dikenal memiliki pengaruh besar dalam lingkaran kekuasaan.
Baca juga:
"Wataknya yang tegas dan latar belakang militer membuat sosoknya dipandang sebagai menteri paling powerful di kabinet. Ketika seorang menteri pertahanan mulai masuk dalam radar calon presiden, alarm politik seharusnya berbunyi keras di istana," jelasnya.
Posisi Sjafrie ini mengingatkan peta politik 2004 lalu, ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di kabinet Megawati Soekarnoputri. Ia pun memutuskan maju sebagai calon presiden.
Mengutip survei IPI bertajuk peta elektabilitas calon presiden 2029, Prabowo teratas dengan elektabilitas 22,3 persen. Posisi kedua diisi oleh Gibran dengan 12,2 persen.
Selanjutnya, ada mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebanyak 9 persen, mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 8,5 persen, hingga mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi 7,9 persen.
Baca juga:
KPU Minta Maaf Bikin Gaduh soal Dokumen Capres-Cawapres, Apresiasi Masukan Masyarakat
Survei ini digelar 30 Januari 2026 hingga 5 Februari 2026 lalu terhadap 1.241 responden dari 35 provinsi di Indonesia.
Sampel yang diambil menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini 2,78 persen pada tingkat kepercayaan kurang lebih 95 persen. (knu)