MerahPutih.com - Menteri Pertahan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan sejumlah purnawirawan dan jenderal TNI di Kemhan, Jakarta Pusat, Jumat (24/4).
Selain silaturahmi, pertemuan ini sekaligus membahas soal strategi pertahanan Nasional.
Sjafrie menyebut menyampaikan satu hal esensial yang perlu diketahui oleh purnawirawan atau jenderal yang berkaitan dengan strategi pertahanan.
"Kemudian setelah itu, Panglima TNI juga akan menjelaskan esensi-esensi yang perlu diketahui oleh para sesepuh dan para senior Purnawirawan TNI," katanya.
Baca juga:
Menhan Bicarakan Rekomendasi Izin Lintas Udara AS di Indonesia ke Mantan Panglima TNI
Sjafrie memaparkan, dua hal fundamental yang dimaksudnya, pertama menyangkut hubungan dengan konstitusi yakni Pancasila dan UUD 1945.
"Jadi untuk diketahui oleh para sesepuh, para senior, bahwa amanat yang kita pijakkan ini tidak lepas daripada amanat konstitusi. Konstitusi itu yang berkaitan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945," kata Sjafri.
Kedua, yakni fokus pada kepentingan nasional sebagai prinsip tata kelola yang berkelanjutan dari masa jabatan para senior sebelumnya.
"Inilah yang menjadi prinsip tata kelola yang kami lanjutkan dari apa yang menjadi turunan yang pernah dilaksanakan oleh para sesepuh dan para senior Purnawirawan TNI pada saat menjabat," ucapnya.
Sjafrie menyebutkan, dinamika strategi pertahanan negara yang baru tetap harus mengakar pada dua prinsip tersebut.
"Yang baru adalah strategi pertahanan negara. Strategi pertahanan negara ini juga tidak lepas daripada prinsip tata kelola negara, yaitu yang berkaitan dengan konstitusi dan juga berkaitan dengan kepentingan nasional," pungkasnya
Daftar hadir mencatat kehadiran sejumlah tokoh besar, di antaranya mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Wiranto serta mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, Jenderal TNI (Purn) Andika Muhammad Perkasa, Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono, dan Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono.
Dari matra udara, hadir Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto bersama beberapa mantan Kepala Staf Angkatan Udara lainnya. (*)