Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah

Dwi Astarini - 1 jam, 37 menit lalu

MERAHPUTIH.COM - BADAN Pusat Statistik (BPS) Indonesia menyampaikan laporan terkait dengan kondisi inflasi Indonesia periode Oktober 2026-Oktober 2025 sebesar 3,23 persen year on year (yoy).

"Inflasi year on year sebesar 3,23 persen. Ada kenaikan indeks harga konsumen 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 persen Oktober 2026," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam siaran langsung Youtube BPS Statistic, dikutip Senin (2/11).

Selama periode setahun, kondisi inflasi tertinggi justru tertinggi berlangsung pada Februari 2026, yakni mencapai 4,76 persen.

Ateng menjelaskan ada tiga gugus yang mengalami inflasi berdasarkan kelompok pengeluaran. Dia menyebut dari inflasi yang tertinggi ada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencapai 4,82 persen.

"Andil inflasi 1,40 persen, di dalamnya ada komoditas yang andil mendorong inflasi terbesar, cabe rawit, beras, ikan, ayam ras, minyak goreng, rokok kretek, dan daging sapi merah," katanya.

Baca juga:

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Tertekan Hebat, Imbas Ngerinya Kenaikan Inflasi AS di Luar Prediksi


Di posisi kedua disusul transportasi dengan inflasi 4,87 persen. Dengan andil inflasi sebesar 0,59 persen dengan komponen pendorongnya ada tarif angkutan umum, pelumas oli mesin, servis sepeda motor dan mobil hingga bensin.

Lalu di posisi ketiga ada perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi sebesar 4,52 persen, yang memberikan andil inflasi sebesar 0,32 persen.

"Inflasi pada kelompok perawatan pribadi terutama terjadi pada komponen emas perhiasaan," katanya.

Berikut ini daftar kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi dan besarannya terhadap penyumbang inflasi

1. Penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan inflasi 2,84 persen dan andil inflasi sebanyak 0,28 persen. 

2. Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,39 persen dengan andil inflasi hingga 0,12 persen. 

3. Kesehatan mengalami inflasi 2,31 persen dengan andil inflasi hingga 0,07 persen, 

4. Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi 1,91 persen dengan andil inflasi hingga 0,11 persen. 

5. Rekreasi, olahraga dan budaya mengalami inflasi 1,76 persen. Andil inflasi sebesar 0,03 persen. 

6. Pendidikan mengalami inflasi 1,35 persen, andil inflasi mencapai 0,08 persen. 

7. Pakaian dan alas kaki dengan inflasi sebanyak 1,26 persen dengan andil inflasi hingga 1,40 persen. 

8. Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 1,06 persen, dengan andil inflasi hingga 0,17 persen.(Tka)

Baca juga:

BPS Ungkap Kinerja Perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026, Surplus USD 7,25 Miliar




Baca Artikel Asli