Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Jumat (17/7) sore dengan apresiasi sebesar 67,32 poin atau naik 1,10 persen menuju level 6.175,53.
Baca juga:
Pergerakan positif ini berjalan beriringan bersama indeks saham unggulan LQ45 naik 13,33 poin atau 2,19 persen ke posisi 621,91.
Penguatan IHSG didorong oleh penguatan emiten-emiten perbankan khususnya Big Caps, dan oleh beberapa emiten Big Caps lainnya, serta diperkirakan adanya inflow asing kepada emiten-emiten perbankan,
ujar Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana.
Faktor Domestik Penolong Kinerja Pasar
Ketangguhan bursa saham Indonesia hari ini tergolong istimewa karena berhasil mengabaikan tekanan hebat pasar keuangan global.
Berbagai bursa utama kawasan Asia justru menderita koreksi tajam hingga beberapa persen pada waktu bersamaan.
Perbaikan sentimen internal, termasuk ketentuan regulasi baru mengenai kepemilikan saham terkonsentrasi, mampu membangun kepercayaan diri para pelaku pasar.
Rincian data transaksi serta indikator pergerakan pasar saham hari ini:
-
Nilai Transaksi Harian: Mencapai nominal fantastis Rp24,04 triliun sepanjang hari perdagangan.
-
Volume Saham Berpindah Tangan: Tercatat sebanyak 16,32 miliar lembar saham ditransaksikan.
-
Frekuensi Perdagangan: Terjadi sebanyak 1.985.000 kali transaksi oleh para investor.
-
Sektor Pemimpin Penguatan: Sektor keuangan memimpin lonjakan dengan kenaikan sebesar 2,36 persen.
-
Sektor Penahan Indeks: Sektor barang baku mencatatkan penurunan terdalam sebesar 0,67 persen.
-
Daftar Saham Pendongkrak Terbesar (Top Gainers): KOKA, KBLV, AGAR, HOPE, dan ECII.
-
Daftar Saham Penekan Terbesar (Top Losers): AIMS, BAPA, PRDL, JELI, dan RMKE.
-
Statistik Pergerakan Saham: Sebanyak 363 saham mengalami kenaikan harga, 274 saham turun, serta 328 saham stagnan.
Sentimen Regulasi Segar Beri Dampak Positif
Katalis positif dalam negeri terbukti ampuh meredam kecemasan pasar terhadap gejolak ekonomi makro dunia. Implementasi sistem High Shareholding Concentration (HSC) memberikan sinyal kuat peningkatan kualitas keterbukaan informasi pada pasar modal Indonesia. Kehadiran aturan baru ini secara perlahan menstabilkan fluktuasi harga saham berkapitalisasi jumbo.
“Sentimen positif juga datang dari ketentuan terbaru High Shareholding Concentration (HSC), memberikan persepsi adanya peningkatan transparansi dan pengawasan pasar,” tutur Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama menguraikan faktor pengubah sentimen investor.
Baca juga:
Para pemodal namun diimbau tetap memasang sikap waspada menghadapi pekan perdagangan mendatang. Beberapa faktor eksternal berpotensi membawa volatilitas baru ke dalam pasar dalam waktu dekat.
Dinamika nilai tukar Rupiah, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), serta pergerakan bursa global tetap memerlukan perhatian ekstra dari para pelaku pasar keuangan.