Merahputih.com - Pergerakan IHSG pada Senin (22/6) mengalami pelemahan tajam akibat sikap defensif para pelaku pasar. Investor kini memilih menepi demi menantikan pengumuman Annual Market Classification Review dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu (24/6) pagi.
Data perdagangan sesi I pada Senin (22/06) menunjukkan indeks domestik jatuh 77,21 poin atau 1,25 persen ke posisi 6.009,93. Padahal, bursa sempat melaju ke zona hijau saat pembukaan dengan kenaikan 39,91 poin atau 0,65 persen ke level 6.217,05.
Baca juga:
Rupiah Ngamuk Senin Pagi, Tendang Balik Dolar AS Sampai Keok ke Level 17 Ribuan
Pengamat pasar modal Elandry Pratama menyebut kombinasi faktor eksternal dan posisi pasar menjelang tinjauan MSCI memicu koreksi mendalam tersebut. Menjelang pengumuman penting ini, bursa cenderung memasuki fase menanti dengan karakter volatilitas tinggi.
"IHSG terkoreksi lebih dari 1 persen lebih banyak dipengaruhi kombinasi faktor eksternal, dan posisi pasar mulai defensif menjelang event MSCI review,"
ujar Elandry.
Menurut Elandry, investor institusi biasanya memulai penataan ulang portofolio lebih awal. Langkah tersebut mengakibatkan likuiditas beberapa saham tertentu menipis dan memicu pergerakan harga agresif. Kondisi ini pada akhirnya membuat indeks sangat sensitif terhadap arus dana jangka pendek.
Selain faktor MSCI, penguatan mata uang dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) ikut menekan pasar negara berkembang (emerging market). Sentimen negatif ini memicu hengkangnya modal asing (capital outflow) sekaligus menurunkan selera investasi di pasar domestik.
Penurunan indeks kian terasa akibat aksi ambil untung (profit taking) pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) setelah sempat menguat beberapa waktu lalu. Elandry memproyeksikan indeks masih akan berkonsolidasi dalam rentang volatilitas tinggi sebelum ada kepastian hasil klasifikasi pasar.
Baca juga:
IHSG Sengaja Melemah Demi Cari Perhatian, Investor Ramai-ramai Tahan Napas Tunggu Hasil RDG BI
"Selama aliran dana asing belum stabil, pasar cenderung bergerak menyamping dengan tekanan sesekali. Namun jika hasil review MSCI tidak jauh dari ekspektasi, peluang pembalikan arah teknikal masih terbuka seiring perbaikan sentimen," kata Elandry dinukil Antara.
Catatan transaksi sesi I menunjukkan frekuensi perdagangan mencapai 1.087.000 kali dengan volume 12,32 miliar lembar saham. Nilai transaksi total menyentuh Rp7,61 triliun (sekitar 464,5 juta dolar AS). Sebanyak 206 saham mencatatkan kenaikan, 501 saham merosot, dan 252 saham stagnan.