Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ide Presiden Tiga Periode Dinilai Zalim, Ketua DPP PKS Kutip Tafsir Islam Ibnu Qayyim

Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 September 2021

MerahPutih.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai penambahan masa jabatan presiden merupakan ide yang zalim. PKS meminta publik menentang wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengingatkan, publik tidak boleh lemah dan menjadi bodoh. Ia lantas mengutip pernyataan ahli tafsir Islam Ibnu Qayyim 'menjadi lemah dan bodoh sama dosanya seperti orang zalim'.

Baca Juga

Wacana Jokowi 3 Periode Dinilai Hanya Pepesan Kosong

"Ide tiga periode adalah ide yang zalim. Kalau publik tidak menentangnya karena kita lemah, kita bodoh maka kita juga kena dosa zalimnya," kata Mardani dalam diskusi daring, Kamis (2/9).

Politikus Partai Dakwah ini meminta masyarakat untuk melakukan pengawasan baik terhadap pemerintah maupun oposisi.

"Termasuk oposisi juga harus dikawal. Sehingga semangatnya betul-betul bekerja buat rakyat," ujarnya.

Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi COVID-19 bagi pelajar di di SMPN 3 Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8) (BIN)
Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi COVID-19 bagi pelajar di di SMPN 3 Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8) (BIN)

Di sisi lain Mardani menegaskan, PKS menolak wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode dengan alasan apapun.

"Dan karena itu, Civil Society dan siapapun harus hati-hati dan terus bekerja. Karena UU KPK dalam waktu 3 bulan digulung semuanya efeknya sekarang, kasian sekali KPK sekarang," imbuhnya.

Baca Juga

Muncul Wacana Presiden Tiga Periode, Pengamat: Jokowi Akan Dijadikan Seperti Soeharto

Untuk itu, menurut Mardani masyarakat harus tetap mengawasi dan mengcounter isu penambahan masa jabatan presiden ini.

"Ketika masih baru atau test the water kita langsung kasih counternya. Makanya saya selalu counter ide jabatan tiga periode ini, buat demokrasi," pungkasnya. (Pon)

Baca Artikel Asli