Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan

Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026

MERAHPUTIH.COM - BEREDAR informasi di media sosial yang menyebut seorang bayi di Bekasi mengalami radang otak. Disebutkan, bayi tersebut mengalami radang otak karena petugas kesehatan salah menyuntikkan vaksin.

Informasi itu beredar dari akun Facebook 'Anggini'.

NARASI



'Yang lagi Viral. Salah Suntik Vaksin, Bayi di Bekasi Alami Radang Otak! Jadwalnya suntik campak, tapi petugas malah menyuntikkan vaksin DPT hingga dua kali di kedua paha sang bayi. Bayi berusia 9 bulan di Bekasi ini langsung kejang-kejang hingga harus dirawat intensif di ruang PICU akibat mengalami ensefalitis

Saat ini, tim Komite Nasional PP KIPI dan Dinkes masih terus menyelidiki keterkaitan medis antara kesalahan prosedur tersebut dengan kondisi radang otak sang bayi. Mari kita kirimkan doa terbaik untuk kesembuhan sang bayi agar bisa segera pulih'.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA] : Menteri Pigai Minta Masyarakat Belanja Rp1 Juta per Bulan di Koperasi Merah Putih


FAKTA


Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci 'vaksin sebabkan radang otak pada bayi' ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan Kompas.com berjudul Bayi di Bekasi Alami Kejang dan Radang Otak Usai Disuntik Vaksin di Puskesmas yang terbit pada Selasa (30/6).

Dalam pemberitaan tersebut diketahui seorang bayi berusia sembilan bulan di Kota Bekasi diduga mengalami radang otak setelah disuntik vaksin DPT dua kali di Puskesmas Bintara Jaya.

Orangtua bayi tersebut datang ke puskesmas pada Sabtu (13/6/2026) untuk memberikan vaksin campak sesuai anjuran dokter spesialis anak dan sudah menyampaikan tujuan tersebut sejak pendaftaran.

Namun, orangtua bayi mengaku sempat bertanya kepada petugas apakah suntikan yang diberikan benar dua kali di paha, dan bidan menjawab bahwa itu vaksin DPT.

Petugas beralasan anak tersebut belum menerima vaksin DPT dosis ketiga, padahal seluruh riwayat imunisasi sudah tercatat lengkap di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Kurang dari 24 jam setelah imunisasi, bayi tersebut mengalami kejang berkepanjangan selama lebih dari 30 menit dan harus dirawat di ruang PICU. Diagnosis medis keluar: peradangan pada otak.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengakui telah terjadi penyuntikan vaksin ganda, tapi menegaskan kondisi radang otak yang dialami bayi tersebut tidak berkaitan dengan vaksin yang diberikan.

Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menjelaskan hasil evaluasi bersama Tim Komisi Daerah Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Jawa Barat menyimpulkan penyuntikan vaksin ganda terjadi akibat pencatatan riwayat imunisasi yang tidak lengkap.

Meski demikian, secara ilmiah pemberian vaksin ganda tidak menimbulkan efek samping berupa radang otak.

"Belum pernah ditemukan literatur yang menyatakan vaksin menyebabkan radang otak. Pasien mungkin sudah terpapar infeksi sebelumnya, tetapi belum terdeteksi. Vaksinasi hanya bertepatan dengan munculnya gejala penyakit itu," katanya.

Ia juga menegaskan tidak ditemukan bukti ilmiah yang menghubungkan penyuntikan vaksin dengan munculnya encephalitis maupun meningitis.



KESIMPULAN

Jadi unggahan berisi klaim 'vaksin sebabkan radang otak pada bayi' merupakan konten yang menyesatkan.(knu)

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial



Baca Artikel Asli