Ketegangan AS-Iran Makin Menjadi, Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terancam Tembus Rp18.000

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Ketegangan AS-Iran Makin Menjadi, Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terancam Tembus Rp18.000

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Prediksi nilai tukar Rupiah hari ini menunjukkan tren pelemahan ke level Rp17.950 hingga Rp18.050 akibat lonjakan harga minyak global yang dipicu oleh makin memanasnya konflik AS dan Iran.

Sentimen negatif yang menekan pasar keuangan ini tak lepas dari saling balas sanksi antarnegara serta respons pasar terhadap perombakan pengelola sektor energi di kabinet baru pemerintah Prabowo-Gibran.

Baca juga:

Awas Tergelincir! Prediksi IHSG Hari Ini Uji Level Psikologis 6.000, Sentimen Inflasi Jadi Penentu

Kondisi Rupiah melemah ini memang sudah diantisipasi oleh para pelaku pasar seiring ketegangan geopolitik yang terus bereskalasi secara global.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, membenarkan bahwa pergerakan harga minyak global yang liar akibat konflik AS dan Iran menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar mata uang Garuda.

Rupiah hari ini diperkirakan melemah pada kisaran Rp17.950- Rp18.050 dipengaruhi oleh global kenaikan harga minyak, yaitu meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,

ungkap Rully dinukil Antara.

Drama Selat Hormuz dan Rentetan Sanksi Baru AS terhadap Iran

Pecahan

Mengutip laporan dari Anadolu, ketegangan makin memuncak ketika pemerintah Iran secara terbuka menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz sangat bergantung pada sikap Amerika Serikat.

Teheran menuntut "jaminan objektif" dari AS untuk menghentikan konflik di semua lini. Tidak hanya itu, mereka juga meminta pencairan aset yang dibekukan, pencabutan blokade laut, hingga penghapusan pembatasan distribusi minyak.

Bukannya mereda, situasi justru diperkeruh dengan langkah Amerika Serikat yang baru saja menjatuhkan rentetan sanksi AS terhadap Iran.

Kali ini, sanksi tersebut menyasar langsung sektor otomotif dan perkeretaapian. Departemen Keuangan AS secara spesifik menargetkan dua raksasa produsen mobil Iran, yakni Iran Khodro dan SAIPA, beserta anak perusahaannya.

Perusahaan kereta api milik negara juga tak luput dari daftar hitam sektoral ini, memberikan keleluasaan bagi otoritas AS untuk menindak entitas mana pun yang nekat berbisnis di industri tersebut.

Sentimen Dalam Negeri: Perombakan Kabinet Prabowo Subianto

Di luar sentimen global, faktor domestik ternyata ikut memberi andil terhadap fluktuasi mata uang. Rully Nova menambahkan bahwa perombakan struktur kabinet, khususnya soal siapa yang memegang kendali energi dan komoditas, turut mempengaruhi psikologis pasar dan arah kebijakan ekonomi ke depan.

"Perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama terkait dengan pengelolaan energi dan komoditas, secara signifikan mempengaruhi neraca perdagangan," jelasnya.

Baca juga:

Daftar Pundi-Pundi Harta Pejabat Baru Resuhffle ke-7 Kabinet Prabowo, Menko Bahlil Masih Paling Tajir!

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, yang juga merangkap jabatan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kehadiran pos kementerian baru ini diharapkan bisa bergerak cepat menjadi koordinator lintas lembaga, termasuk menyelaraskan langkah dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi, guna mengamankan target ekonomi di tengah ketidakpastian global.

#Dolar AS #Rupiah #Kurs Rupiah #Harga Rupiah #Rupiah Anjlok
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ketegangan AS-Iran Makin Menjadi, Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terancam Tembus Rp18.000
Prediksi nilai tukar Rupiah hari ini melemah hingga Rp18.000 akibat naiknya harga minyak global imbas konflik AS-Iran dan perombakan kabinet Prabowo. Cek analisis lengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Ketegangan AS-Iran Makin Menjadi, Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terancam Tembus Rp18.000
Indonesia
Rupiah Kembali Dekati Rp 18.000 Per Dolar, Pengumuman Inflasi Mempengaruhi
Pelemahan rupiah dipengaruhi pengumuman inflasi Indonesia yang mencapai 3,28 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Rupiah Kembali Dekati Rp 18.000 Per Dolar, Pengumuman Inflasi Mempengaruhi
Indonesia
Akhirnya Dolar AS Keok ke Rp17.894, Simak Jurus Intervensi BI dan Efek Jatuhnya Harga Minyak Dunia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sukses menguat tajam ke level Rp17.894! Simak faktor utamanya, mulai dari manuver berani Bank Indonesia hingga anjloknya harga minyak dunia.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Akhirnya Dolar AS Keok ke Rp17.894, Simak Jurus Intervensi BI dan Efek Jatuhnya Harga Minyak Dunia
Indonesia
Dolar AS Keok! Cek Prediksi Kurs Rupiah Hari Ini Usai Arab Saudi Buka Kran Ekspor Minyak
Nilai tukar rupiah hari ini terpantau menguat terhadap dolar AS berkat anjloknya harga minyak dunia dan intervensi sigap Bank Indonesia. Cek prediksi kurs selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Dolar AS Keok! Cek Prediksi Kurs Rupiah Hari Ini Usai Arab Saudi Buka Kran Ekspor Minyak
Indonesia
Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp17.981, Ancaman The Fed & Harga Minyak Jadi Biang Keroknya
Nilai tukar rupiah hari ini ditutup melemah ke level Rp17.981 per dolar AS gara-gara ancaman pengetatan kebijakan The Fed dan naiknya harga minyak. Cek analisis kurs selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp17.981, Ancaman The Fed & Harga Minyak Jadi Biang Keroknya
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Indonesia
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS, Skenario Intervensi BI dan Pemicu Utamanya
Nilai tukar Rupiah hari ini tembus Rp18.000 per dolar AS. Simak penjelasan lengkap Bank Indonesia (BI) soal penyebab dolar naik tajam dan strategi intervensi pasarnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS, Skenario Intervensi BI dan Pemicu Utamanya
Indonesia
Stabilkan Rupiah, BI Tahan BI Rate di 5,75 Persen
Selain mempertimbangkan dampak ke pertumbuhan, BI memilih menggunakan instrumen lain untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong aliran modal masuk.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Stabilkan Rupiah, BI Tahan BI Rate di 5,75 Persen
Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp17.879, IHSG Justru Dibuka Menguat
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (22/9).
Yusuf Abdillah - Selasa, 22 September 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.879, IHSG Justru Dibuka Menguat
Indonesia
Kendalikan Rupiah, BI Beli Surat Berharga Negara di Pasar Sekunder
BI menyatakan akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Kendalikan Rupiah, BI Beli Surat Berharga Negara di Pasar Sekunder
Bagikan