MerahPutih.com - Dampak ekonomi dari konflik geopolitik global mulai terasa di dalam negeri. Salah satunya adalah melonjaknya harga plastik di dalam negeri yang telah menjangkau sektor usaha mikro.
Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo menjelaskan, kenaikan harga plastik dipicu terganggunya pasokan bahan baku, seperti nafta akibat konflik di Timur Tengah.
Indonesia yang masih mengimpor sekitar 60 persen bahan baku plastik menjadi sangat rentan terhadap gejolak tersebut.
“Tekanan global kini tidak lagi berhenti di sektor energi atau industri besar, tetapi sudah masuk ke biaya dasar produksi usaha kecil,” kata Yoyok kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/3).
Baca juga:
Lonjakan Harga Plastik Tekan UMKM, DPR Desak Pemerintah Cari Solusi
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan tingginya ketergantungan industri nasional terhadap rantai pasok global, terutama pada komoditas turunan petrokimia.
Yoyok menambahkan, dampak lanjutan dari kenaikan biaya produksi juga mulai dirasakan masyarakat, seperti naiknya harga makanan dan menyusutnya ukuran produk konsumsi.
Ia memperingatkan, jika konflik global berlangsung lama, maka efeknya bisa meluas ke sektor pariwisata berbasis UMKM hingga aktivitas ekonomi lokal.
“Yang diuji bukan hanya kemampuan industri besar, tetapi apakah usaha kecil masih memiliki ruang bertahan dalam tekanan global,” ujar Politisi Fraksi Partai NasDem ini.
Baca juga:
Harga Plastik Naik hingga 40 Persen, Pramono Anung Dorong Alternatif Ramah Lingkungan
Komisi VII DPR, lanjut Yoyok, akan terus mencermati perkembangan harga bahan penunjang produksi.
“Kami mendorong langkah korektif agar pelaku UMKM tidak menjadi pihak yang paling terdampak,” tutup Yoyok. (knu)