Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Harga Kangkung Naik Jadi Rp 10.000 Per Ikat Akibat Kebutuhan MBG

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026

MerahPutih.com - Kebutuhan atau permintaan sayuran jenis kangkung untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai termasuk tinggi dibanding jenis sayur lainnya.

Praktisi Program MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tolango di Kecamatan Anggrek, Mansyur di Gorontalo Utara, Selasa mengatakan kangkung merupakan salah satu jenis sayuran yang dibeli dalam jumlah banyak.

Untuk sekali masak, kami membeli paling sedikit lima ribu ikat kangkung,

katanya dikutip Antara.

Kangkung yang diminati adalah kangkung darat, namun kendala yang dihadapi, acapkali sayur hijau tersebut tersedia dalam jumlah terbatas di tingkat lokal.

Phaknya berupaya menjalin kerja sama dengan pengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di daerah ini, untuk menjadi penyuplai kangkung.

Hasil survei yang dilakukan pihaknya, peserta didik sasaran Program MBG, menjadikan sayur kangkung sebagai menu favorit.

Kalau kami sajikan menu sayur kangkung, rata-rata habis dimakan oleh penerima manfaat. Ompreng akan kembali dalam kondisi bersih tak ada selembar sayur yang tersisa,

katanya.

Ia menegaskan, pihaknya berupaya membuka pasar untuk komoditas tersebut di tingkat lokal, agar tidak lagi membeli keluar Kabupaten Gorontalo Utara.

Kami terus mendorong petani yang digerakkan melalui BUMDes, untuk menanam dan membudidayakan kangkung darat, sebab sayuran ini menjadi salah satu kebutuhan pangan yang diperlukan dapur SPPG,

katanya.

Selain kangkung, sayur kacang panjang, kol dan wortel juga diminati penerima manfaat Program MBG.

Kami pun menyajikan sayur variasi tumis kacang panjang dan laksa. Olahan sayur ini juga diminati penerima manfaat Program MBG,

katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gorontalo Utara Ajuba Thalib mengatakan di musim kemarau saat ini, harga sayur di daerah itu melonjak. Dari rata-rata Rp 5.000 per ikat, naik tajam menjadi Rp 10.000 per ikat. Kangkung darat pun tergolong banyak dicari dan mengalami kenaikan harga, jika sebelumnya bisa dibeli Rp5 .000 per tiga ikat, saat ini menjadi Rp 5.000 per ikat.

Saat ini, komoditas sayuran memang rata-rata dipasok dari luar daerah, seperti dari wilayah Kabupaten Gorontalo, bahkan Minahasa Sulawesi Utara. Program pembudidayaan sayur memang tergolong sedikit di daerah ini, sehingga jika terjadi permintaan tinggi seringkali pedagang bahkan konsumen, memasok sayuran dari luar daerah.

Baca Artikel Asli