MerahPutih.com - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem, Habibur Rochman, membantah keras meminta kepolisian memblokir rekening koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, menjelang aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026.
Ia menegaskan tidak pernah melaporkan, memerintahkan, ataupun meminta pihak perbankan memblokir rekening warga tersebut.
Saya ingin meluruskan terkait simpang siur kabar yang beredar, di mana ada pencatutan nama saya sebagai orang yang melaporkan seorang warga Pati untuk memblokir rekeningnya di suatu perbankan atau Bank Mandiri,
kata Habibur saat konferensi pers di Ruang Fraksi Partai NasDem DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (26/8).
Habibur menegaskan dirinya tidak memiliki kewenangan untuk meminta kepolisian maupun perbankan melakukan pemblokiran rekening.
Jadi saya tidak punya akses ke pihak perbankan maupun APH, karena memang saya bukan di komisi terkait yang bermitra dengan pihak-pihak terkait,
ujarnya.
Habibur mengatakan, informasi yang beredar di media sosial telah menimbulkan kesan seolah-olah dirinya terlibat dalam pemblokiran rekening seorang warga Pati di Bank Mandiri.
Saya tidak pernah menyuruh atau menginstruksikan, bahkan kewenangan pun saya tidak punya untuk melakukan hal semacam itu.
Kemiripan Nama
Habibur menduga pencatutan tersebut terjadi karena adanya kemiripan nama. Ia pun memastikan sosok yang disebut dalam informasi di media sosial bukan dirinya.
Saya tegaskan sekali lagi, 1.000 persen bahwa itu bukanlah saya orangnya,
katanya.
Ia juga meluruskan informasi yang menyebut dirinya sebagai anggota DPR dari Pati. Habibur menjelaskan dirinya merupakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur VIII, bukan dari Pati.
"Saya bukan anggota DPRD Pati ataupun anggota DPR RI dari Dapil Pati. Tapi saya anggota DPR RI dari Dapil 8 Jawa Timur, meliputi Kabupaten/Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk, dan Kabupaten/Kota Madiun," tuturnya.
Menurut Habibur, pencatutan nama dan foto tersebut merugikan dirinya secara pribadi sekaligus mencoreng nama DPR RI dan Partai NasDem.
Ini sangat merugikan sekali bagi saya secara pribadi dan juga Partai NasDem karena kami tidak pernah, saya tidak pernah melakukan tindakan apa pun,
katanya.
Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati menyebarkan informasi di media sosial dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi. (Pon)