MerahPutih.com - Operasi evakuasi dramatis terjadi di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), ketika seorang pendaki asal Malaysia bernama Chye Connsynn (41) mengalami cedera saat pendakian.
Korban akhirnya berhasil diselamatkan melalui operasi udara menggunakan helikopter, meski sempat terkendala cuaca kabut tebal.
Baca juga:
Gunung Rinjani Siap Dibuka Kembali 28 Maret 2026, Sistem Keamanan Ditingkatkan
Helikopter Dipaksa Bolak-balik
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardiaristo, menjelaskan helikopter evakuasi sempat bolak-balik dari Rinjani menuju Denpasar karena kabut.
Evakuasi langsung dilakukan menggunakan helikopter, namun karena cuaca kabut tebal, heli putar balik menuju Denpasar setelah beberapa kali mencoba mendekat ke lokasi korban,
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardiaristo.
Menurut dia, keberhasil proses eevakuasi berawal dari laporan kondisi korban diterima petugas piket TNGR di Pelawangan pada pukul 06.45 WITA. Cuaca cerah membuat tim segera menyiapkan evakuasi udara. Korban dipindahkan ke tandu, lalu helikopter take off menuju Pelawangan 2.
Baca juga:
Netflix Garap 'My Name is Rinjani', Kisah Heroik Agam Rinjani Diangkat Jadi Film Dokumenter
Turunkan Tenaga Medis Kurangi Beban Helikopter
Helikopter sempat mendarat di Sembalun untuk menurunkan tenaga medis agar beban pesawat berkurang. Setelah itu, heli berhasil mendarat di helipad Pelawangan 2 dan mengevakuasi korban menuju Sembalun.
Korban diterbangkan menuju rumah sakit rujukan di Denpasar, Bali untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardiaristo.
Balai TNGR mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini di antaranya Basarnas Mataram, EMHC, Asuransi Syariah Kita Bisa, SGI Air Bali, Nusa Medica Clinic, Unit SAR Lombok Timur, para relawan, serta seluruh petugas TNGR.
Baca juga:
Jadi Sampai Korban Hipotermia! Simak Nih Tips Mendaki Gunung Rinjani Saat Musim Penghujan
"Evakuasi udara adalah salah satu bentuk klaim pada asuransi premium yang ada di TNGR," ungkap Astekita, kepada media, dikutip Antara, Selasa (26/5).
Sebelumnya, peristiwa itu bermula ketika korban melakukan pendakian dan mengalami cedera. Sejak Senin (25/5) sore, Balai TNGR langsung berkoordinasi dengan tim evakuasi Asuransi Syariah Kita Bisa yaitu Edelweis Medical Health Centre (EMHC). (*)