DPR Tagih Jaminan Kesejahteraan Atlet Pascapensiun di Samping Bonus Besar
Kamis, 29 Januari 2026 -
Merahputih.com - Anggota Komisi X DPR RI, Eva Stevany Rataba, mengapresiasi langkah berani pemerintah yang menetapkan nilai bonus atlet peraih medali mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah.
Kebijakan monumental ini dianggap sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam menghargai dedikasi serta pengorbanan para atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Keputusan pemberian bonus fantastis tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi hadiah seremonial, melainkan pemicu semangat bagi para atlet senior untuk mempertahankan konsistensi prestasi di level dunia.
Baca juga:
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Di sisi lain, besaran bonus yang menggiurkan ini menjadi angin segar bagi regenerasi atlet di pelosok daerah.
“Keputusan pemerintah memberikan bonus dengan nilai tertinggi sepanjang sejarah bagi atlet peraih medali mengirimkan sinyal yang sangat baik bahwa negara benar-benar menghargai keringat dan pengorbanan para atlet,” tegas Eva Stevany dalam keterangannya, Rabu (28/1).
Eva menambahkan bahwa kepastian finansial ini akan mengubah sudut pandang masyarakat terhadap profesi atlet.
“Penghargaan ini bisa menjadi suntikan motivasi bagi atlet senior untuk menjaga performa, sekaligus menjadi jaminan masa depan yang menarik minat bibit-bibit muda di daerah agar lebih serius meniti karier sebagai atlet profesional,” imbuhnya.
Baca juga:
Prabowo Lontarkan Gurauan ke Kapten TNI Rizki Juniansyah Usai Dapat Bonus Rp 1 Miliar
Jaminan Kesejahteraan Pasca-Pensiun
Selain fokus pada bonus tunai, Komisi X DPR RI juga mendorong pemerintah untuk merancang sistem kesejahteraan jangka panjang. Hal ini bertujuan agar para atlet tidak hanya sejahtera saat berada di puncak karier, namun tetap memiliki kualitas hidup yang layak setelah gantung sepatu atau memasuki masa pensiun.
“Kami mendukung agar negara menjamin kesejahteraan dan masa depan atlet melalui akses pendidikan, pelatihan karier pasca-atlet, serta penghargaan berkelanjutan bagi atlet berprestasi,” ujar legislator tersebut.
Menurutnya, rasa aman secara finansial dan sosial sangat krusial bagi stabilitas mental atlet. “Dengan begitu, atlet tidak hanya berjaya saat bertanding, tetapi juga memiliki keamanan dan kualitas hidup yang layak setelah masa kariernya berakhir,” pungkas Eva.