Dinas Bina Marga DKI Kaji Aspal Porus untuk Cegah Jalan Jakarta Cepat Rusak Akibat Banjir

Kamis, 22 Januari 2026 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Dinas Bina Marga DKI Jakarta tengah mencari alternatif material jalan agar ruas-ruas jalan di ibu kota tidak cepat rusak, terutama akibat banjir dan beban lalu lintas kendaraan yang tinggi.

Salah satu opsi yang kini dikaji adalah penerapan material jalan berteknologi porus atau penyerap air, yang dinilai mampu mengurangi kerusakan aspal akibat genangan air.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengatakan kerusakan jalan di Jakarta kerap terjadi karena aspal terlalu sering terendam banjir lalu dilintasi kendaraan secara terus-menerus.

“Kalau aspal sering terendam, kemudian dilintasi kendaraan, akan terjadi segregasi. Daya lekatnya berkurang, lalu terlepas. Kalau banjir terus dan dilintasi terus, ya pasti rusak,” ujar Heru di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).

Baca juga:

Operasi Modifikasi Cuaca Digelar hingga 22 Januari 2026, BPBD DKI Jakarta Tekan Dampak Banjir

Heru menjelaskan, material beton porus maupun aspal porus sebenarnya sudah dikenal dan mulai digunakan oleh Dinas Bina Marga. Namun, penerapannya hingga saat ini masih sangat terbatas.

“Ya ada, jadi ada beton menyerap air, ada aspal menyerap air, tapi masih digunakan di trotoar,” ucapnya.

Menurut Heru, penggunaan aspal porus di trotoar masih bersifat percontohan. Untuk diterapkan di badan jalan yang dilalui kendaraan bermotor, diperlukan kajian dan penelitian lebih mendalam.

“Untuk kekuatan dipakai di jalan, ini yang harus kita coba dan teliti lebih dulu,” jelasnya.

Baca juga:

Anggaran DKI Jakarta Menciut Gara-Gara DBH Dipangkas, Banjir dan Jalan Rusak Warga Jakarta Terancam Diabaikan?

Ia menegaskan bahwa tantangan utama penerapan aspal porus di jalan raya Jakarta adalah ketahanannya terhadap beban lalu lintas harian yang padat dan berat.

“Saya harus melakukan penelitian dulu terhadap kekuatannya. Baik beton porus maupun aspal porus, apakah kuat untuk kendaraan dan lalu lintas harian. Itu yang sedang kita kaji,” pungkas Heru.

Sebagai informasi, aspal porus telah diterapkan di sejumlah negara maju. Material ini memiliki rongga udara atau pori-pori yang berfungsi sebagai sistem drainase alami, sehingga mampu meloloskan air hujan secara efektif dan mengurangi genangan di permukaan jalan. (Asp)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan