Dinas Bina Marga DKI Kaji Aspal Porus untuk Cegah Jalan Jakarta Cepat Rusak Akibat Banjir
Ilustrasi: Petugas BPBD DKI di lokasi banjir. (Foto: BPBD DKI)
MerahPutih.com - Dinas Bina Marga DKI Jakarta tengah mencari alternatif material jalan agar ruas-ruas jalan di ibu kota tidak cepat rusak, terutama akibat banjir dan beban lalu lintas kendaraan yang tinggi.
Salah satu opsi yang kini dikaji adalah penerapan material jalan berteknologi porus atau penyerap air, yang dinilai mampu mengurangi kerusakan aspal akibat genangan air.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengatakan kerusakan jalan di Jakarta kerap terjadi karena aspal terlalu sering terendam banjir lalu dilintasi kendaraan secara terus-menerus.
“Kalau aspal sering terendam, kemudian dilintasi kendaraan, akan terjadi segregasi. Daya lekatnya berkurang, lalu terlepas. Kalau banjir terus dan dilintasi terus, ya pasti rusak,” ujar Heru di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).
Baca juga:
Operasi Modifikasi Cuaca Digelar hingga 22 Januari 2026, BPBD DKI Jakarta Tekan Dampak Banjir
Heru menjelaskan, material beton porus maupun aspal porus sebenarnya sudah dikenal dan mulai digunakan oleh Dinas Bina Marga. Namun, penerapannya hingga saat ini masih sangat terbatas.
“Ya ada, jadi ada beton menyerap air, ada aspal menyerap air, tapi masih digunakan di trotoar,” ucapnya.
Menurut Heru, penggunaan aspal porus di trotoar masih bersifat percontohan. Untuk diterapkan di badan jalan yang dilalui kendaraan bermotor, diperlukan kajian dan penelitian lebih mendalam.
“Untuk kekuatan dipakai di jalan, ini yang harus kita coba dan teliti lebih dulu,” jelasnya.
Baca juga:
Ia menegaskan bahwa tantangan utama penerapan aspal porus di jalan raya Jakarta adalah ketahanannya terhadap beban lalu lintas harian yang padat dan berat.
“Saya harus melakukan penelitian dulu terhadap kekuatannya. Baik beton porus maupun aspal porus, apakah kuat untuk kendaraan dan lalu lintas harian. Itu yang sedang kita kaji,” pungkas Heru.
Sebagai informasi, aspal porus telah diterapkan di sejumlah negara maju. Material ini memiliki rongga udara atau pori-pori yang berfungsi sebagai sistem drainase alami, sehingga mampu meloloskan air hujan secara efektif dan mengurangi genangan di permukaan jalan. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Dinas Bina Marga DKI Kaji Aspal Porus untuk Cegah Jalan Jakarta Cepat Rusak Akibat Banjir
Rel di Pekalongan Terendam Banjir, Komisi V DPR Ingatkan Rentannya Infrastruktur Kereta Api
Warga Jakarta Diminta Waspada, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai hingga 27 Januari
17 Kecamatan Dilanda Banjir, Pemkab Bekasi Minta BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara Korban Banjir Sumatera, Sebelum Ramadan Janji Rampung
Banjir, Rute Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan, Berikut Perjalanan yang tak Beroperasi Hari ini dan Besok Imbas Banjir
Rel Pekalongan Mulai Bisa Dilalui, KAI Masih Belum Berani Jalankan Dua Kereta ke Jakarta
Tanggul Sungai Citarum Jebol, 5 Kampung di Bekasi Terendam Banjir
Daerah Terdampak Meluas, Banjir Telah Merendam Ribuan Rumah di 26 Desa di Karawang
Banjir Surut, Perjalanan KRL Tanjung Priok-Kampung Bandan kembali Normal dengan Kecepatan Terbatas