17 Kecamatan Dilanda Banjir, Pemkab Bekasi Minta BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca
Warga Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi mengevakuasi korban banjir yang meninggal dunia usai tenggelam di area lapangan sepak bola terendam air setinggi dua meter. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
MerahPutih.com - Berbagai wlayah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilanda banjir karena cuaca atau hujan ektrem serta jebolnya tanggul Sungai Citarum yang melintasi wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang durasi penerapan teknologi modifikasi cuaca hingga potensi hujan ekstrem rendah.
Modifikasi sebagai upaya pengendalian sekaligus mengurangi tekanan di wilayah terdampak banjir selama beberapa hari terakhir.
"Saya meminta agar durasinya diperpanjang selama potensi hujan ekstrem masih tinggi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis di Cikarang, Rabu (21/1).
Baca juga:
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara Korban Banjir Sumatera, Sebelum Ramadan Janji Rampung
Dia mengatakan, Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca berjalan optimal.dan akan dilakukan hingga 24 Januari 2026.
"Namun kami minta supaya diperpanjang," katanya.
Penerapan teknologi ini menjadi langkah penting mengingat kondisi wilayah terdampak banjir masih dalam fase pemulihan.
Data BPBD mencatat, banjir mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu dan berdampak di 17 kecamatan. Saat ini genangan telah surut di 12 kecamatan, kata dia, namun wilayah hilir seperti Muaragembong masih menghadapi ancaman akibat debit air kiriman hingga hujan lokal.
Banjir di Kabupaten Bekasi dipicu oleh tinggi curah hujan lokal sejak Jumat pekan lalu, ditambah aliran air dari wilayah hulu hingga berdampak air sungai meluap serta sejumlah drainase yang tidak berfungsi secara optimal.
"Melalui modifikasi cuaca ini, kami berharap volume hujan dapat ditekan sehingga tidak menambah beban wilayah daratan. Harapannya, air bisa lebih cepat surut, terutama di area tanggul yang kondisinya masih rentan," ujarnya. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
17 Kecamatan Dilanda Banjir, Pemkab Bekasi Minta BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca
BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat di 8 Kawasan Pantura Jateng
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara Korban Banjir Sumatera, Sebelum Ramadan Janji Rampung
Banjir, Rute Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan, Berikut Perjalanan yang tak Beroperasi Hari ini dan Besok Imbas Banjir
Rel Pekalongan Mulai Bisa Dilalui, KAI Masih Belum Berani Jalankan Dua Kereta ke Jakarta
Tanggul Sungai Citarum Jebol, 5 Kampung di Bekasi Terendam Banjir
Daerah Terdampak Meluas, Banjir Telah Merendam Ribuan Rumah di 26 Desa di Karawang
Banjir Surut, Perjalanan KRL Tanjung Priok-Kampung Bandan kembali Normal dengan Kecepatan Terbatas
Nelayan dengan Perahu Kecil Harus Waspada, Tinggi Gelombang di Perairan Sumatera Utara Bisa Capai 2,5 Meter
Pemulihan Jalur KA Tergenang Banjir Mulai Dilakukan, Kecepatan Kereta Hanya 20 Kilometer Per Jam