MERAHPUTIH.COM - DALAM upaya pengendalian banjir di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menertibkan bangunan yang berdiri di bantaran Kali Mookervart. Lahan tersebut dipersiapan untuk pembangunan Rumah Pompa Rawa Buaya dalam penanganan masalah banjir.
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang sebelumnya meninjau langsung lokasi banjir di kawasan itu pada Januari 2026.
"Penertiban lahan di bantaran Kali Mookervart kawasan Rawa Buaya ini merupakan bagian tindak lanjut atas arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang sebelumnya meninjau langsung lokasi banjir di wilayah tersebut pada Januari 2026," kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Barat, Mustajab dalam keterangannya, Selasa (23/6)
Menurut dia, arahan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang dinilai dibutuhkan masyarakat.
"Untuk mendukung pembangunan Rumah Pompa Rawa Buaya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penertiban terhadap bangunan yang berada di atas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rumah pompa," ujarnya.
Baca juga:
Mustajab menegaskan seluruh proses penertiban telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Sebelum pembongkaran dilaksanakan, pemerintah telah memberikan Surat Peringatan (SP) I, II, dan III kepada pemilik bangunan.
Dalam pelaksanaannya, penertiban melibatkan 150 personel gabungan. Petugas juga mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan dump truck untuk mendukung proses pembongkaran.
Mustajab mengapresiasi sikap warga yang dinilai kooperatif selama kegiatan berlangsung.
"Kami mengapresiasi sikap kooperatif para penghuni bangunan yang mendukung proses penertiban ini sehingga kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dukungan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan infrastruktur pengendali banjir yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Ia menyebut Pemprov DKI Jakarta berharap pembangunan Rumah Pompa Rawa Buaya dapat meningkatkan kapasitas pengendalian genangan di kawasan Rawa Buaya dan wilayah sekitarnya. "Melalui pembangunan Rumah Pompa Rawa Buaya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kapasitas pengendalian genangan di kawasan Rawa Buaya dan sekitarnya dapat semakin meningkat, sehingga risiko banjir dapat diminimalkan dan kualitas lingkungan perkotaan menjadi lebih baik," ucapnya.
Sebelumnya, saat meninjau lokasi banjir di Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Januari 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima keluhan warga terkait dengan lambatnya surut genangan akibat keterbatasan pompa air.
Dalam kunjungan ke lokasi pengungsian di Masjid Jami Baiturrahman, warga meminta penambahan pompa untuk mempercepat penanganan banjir.
Dalam menanggapi aspirasi tersebut, Pramono menyatakan pemerintah akan menambah kapasitas pompa air di kawasan Rawa Buaya sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan pengurangan risiko genangan di wilayah tersebut.(Asp)
Baca juga: