MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung buka suara perihal adanya jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, yang tidak memiliki akses tangga bagi warga yang akan menggunakan. Pramono mengatakan JPO tersebut sebelumnya dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Jadi JPO yang ada di Senayan itu merupakan JPO yang dulunya dibangun Kementerian PUPR," kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (12/8).
Meski begitu, Pramono menegaskan, bagi Pemerintah DKI Jakarta, semua JPO yang masih dibutuhkan masyarakat pasti akan dirawat dengan baik agar bermanfaat. Ia juga mengatakan tidak semua JPO akan dipertahankan. Pihaknya bisa saja menarik atau membongkar JPO yang sudah tidak lagi difungsikan maupun tidak dibutuhkan.
"Tetapi kalau kemudian memang sudah tidak difungsikan karena beberapa juga akan ada JPO yang akan kami tarik, terutama yang dibangun Pemerintah DKI Jakarta sendiri pasti akan kami lakukan," urainya.
Baca juga:
Melihat Kondisi JPO Love-Hate Relationship Kuningan yang Terancam Dibongkar
Ia mencontohkan JPO di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang sebelumnya ramai disebut dengan konsep love-hate relationship. Menurutnya, JPO tersebut sudah tidak diperlukan setelah ia melihat langsung kondisinya.
"Termasuk JPO yang ada yang kemarin love and hate yang ada di Rasuna Said. Kalau bukan karena saya melihat langsung, pasti saya juga enggak akan bisa mengambil keputusan," ucapnya.
Menurut dia, keputusan tersebut diambil setelah ia melihat langsung kondisi JPO tersebut. Ia menilai keberadaan JPO itu tidak lagi diperlukan karena tak terintegrasi langsung dengan halte Transjakarta dan LRT.
"Begitu saya lihat langsung, ternyata JPO itu sudah tidak diperlukan. Dengan demikian, untuk Pemerintah DKI Jakarta, selama JPO itu masih diperlukan dan menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI Jakarta, kami akan merawatnya," tutupnya.(Asp)
Baca juga:
Akhir Polemik Viral 2 JPO 'Love-Hate Relationship' Rasuna Said, Milik Pemprov DKI Dibongkar