MERAHPUTIH.COM - PROGRES pembangunan MRT Jakarta fase lanjutan dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Stasiun Kota saat ini telah mencapai sekitar 63 persen. Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan pembangunan MRT Jakarta lanjutan itu ditargetkan rampung dan dapat melayani masyarakat pada 2029.
Menurut dia, pembangunan MRT Jakarta merupakan salah satu dari tiga mandat yang diberikan pemerintah pusat kepada MRT Jakarta, yakni konstruksi, pengoperasian, dan pengembangan kawasan.
"Konstruksi kita lanjutkan dari HI ke Utara, Kota, Stasiun Kota dan Ancol. Saat ini sudah sekitar 63 persen progres dan publik bisa menikmati ini di 2029 sampai Kota," kata Tuhiyat kepada wartawan, Rabu (12/8).
Tahiyat mengungkapkan, sebelum seluruh jalur Bundaran HI-Kota beroperasi, MRT Jakarta akan terlebih dahulu menyelesaikan segmen Bundaran HI-Monas. Segmen itu ditargetkan dapat digunakan masyarakat pada pertengahan 2027. Nantinya, jalur MRT Jakarta bisa melayani perjalanan dari Lebak Bulus hingga Monas, sebelum tersambung penuh ke jalur Utara-Selatan dengan rute Bundaran HI-Kota.
Baca juga:
Tahap Baru Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, Rekayasa Lalu Lintas Berlaku Mulai 10 Agustus 2026
Menurut Tuhiyat, Stasiun Monas nantinya akan memiliki dua akses masuk atau entrance. Salah satunya berada di kawasan Monas, sedangkan akses lainnya menuju museum. Di lain sisi, MRT Jakarta tengah mempersiapkan pembangunan jalur Timur-Barat yang menghubungkan Medan Satria hingga Tomang. Proses lelang atau bidding untuk sejumlah paket pekerjaan saat ini tengah berlangsung.
Salah satu paket pekerjaan tersebut mencakup pembangunan jalur bawah tanah atau underground section dari kawasan perempatan Bank Indonesia, Thamrin, Kebon Sirih hingga area Hutan Kota. "Paket yang pertama kami akan lakukan yakni pembangunan underground section dari perempatan Bank Indonesia, Thamrin, Kebon Sirih menuju area Hutan Kota," ujarnya.
MRT Jakarta juga tengah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi depo di wilayah Jakarta Timur. Pengembangan jaringan tersebut akan dibarengi kolaborasi bersama wilayah penyangga Jakarta, termasuk Banten, Tangerang Selatan, hingga Jawa Barat.
Selain pembangunan infrastruktur, MRT Jakarta juga mendapat mandat untuk mengoperasikan layanan transportasi massal. Tuhiyat mengatakan jumlah penumpang MRT Jakarta terus meningkat sejak pertama kali beroperasi pada 2019.
Pada awal beroperasi, MRT Jakarta melayani sekitar 70 ribu penumpang per hari. Kini jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 135 ribu penumpang per hari. Menurut Tuhiyat, kenaikan jumlah penumpang tersebut menunjukkan upaya MRT Jakarta dalam mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
"Kita terus lakukan upaya untuk mengubah budaya, mengubah culture masyarakat beralih dari kendaraan pribadi, shifting ke kendaraan publik," kata Tuhiyat.
Oleh karena itu, MRT Jakarta terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat dapat menggunakan transportasi publik secara aman dan andal. Salah satu indikator yang menjadi perhatian yakni ketepatan waktu perjalanan. Tuhiyat menyebut on-time performance MRT Jakarta mencapai 99,9 persen.
"Ini yang kita jual memang untuk publik, supaya pada saat dia menikmati perjalanan mempunyai ketepatan waktu yang sangat tepat untuk mereka," pungkasnya.(Asp)
Baca juga: