MerahPutih.com - Vaksinasi corona dosis kedua di Solo, Jawa Tengah telah dimulai sejak Kamis (28/1). Sementara itu, sebanyak 8.058 nakes dari 10.725 nakes yang sudah terdata di database Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) mendapatkan suntikan vaksin dosis tahap pertama belum ada temuan terpapar COVID-19.
Vaksinasi tahap kedua ini dilayani di 38 fasilitas kesehatan (faskes). Hal ini berbeda dengan vaksinasi tahap pertama yang hanya dilayani penyuntikan di 33 faskes.
Baca Juga:
"Jadi ada tambahan lima faskes lokasi penyuntikan vaksinasi dosis kedua di Solo," kata Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih kepada Merahputih.com, Jumat (29/1).
Ning mengatakan alasan ditambahnya faskes ini karena sasaran nakes lebih banyak dan mempercepat penyuntikan. Beberapa faskes tambahan itu diantaranya adalah RS Mata, RS Gigi dan Mulut, dan RS Onkologi.
"Data per tanggal 27 Januari sebanyak 8.058 nakes dari 10.725 nakes yang sudah terdata di database telah mendapatkan suntikan vaksin tahap pertama," kata dia.
Sementara itu, sebanyak 1.234 nakes terpaksa menunda atau membatalkan vaksinasi lantaran berbagai sebab. Penyebab tersebut diantaranya karena tensinya tinggi, batuk pilek, tidak memenuhi kriteria karena hamil atau menyusui, maupun memiliki penyakit komorbid.
"Jika merujuk persentase capaian vaksinasi tahap pertama mulai 14-27 Januari, maka 82,45 persen nakes telah mendapatkan vaksin corona," kata Ning.
Nakes yang tertunda mendapatkan vaksin tahap pertama, dilakukan pengecekan kesehatan secara berkala. Kalau dirasa lolos pemeriksaan kesehatan langsung disuntikkan vaksin.
Baca Juga:
"Kami pastikan tidak ada temuan nakes di Solo yang telah diberikan vaksin Sinovac dosis pertama terpapar COVID-19 lagi. Yang ada nakes positif corona belum disuntik vaksin" katanya.
Ia mengatakan vaksinasi dosis kedua selesai tanggal 2 Februari mendatang. Pemkot optimistis percepatan vaksinasi nakes bisa sesuai target sehingga bisa vaksinasi dapat dilanjutkan pada pejabat pemerintahan hingga masyarakat umum. (Ismail/Jawa Tengah)