MerahPutih.com - Perusahaan Beras Bulog menargetkan, hanya akan memproduksi beras berkualitas premium sebagai hasil dari pembangunan modern rice milling plant di 13 wilayah sentra produksi beras Indonesia pada 2020.
"Ini bukti komtimen kita untuk menjaga ketahanan pangan dan kondisi beras. Ini dalam proses penyelesaian infrastrukturnya," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso di Jakarta, Kamis (12/8).
Baca Juga:
Bulog Segera Salurkan Beras Bansos untuk 8,8 Juta Keluarga
Budi Waseso menjelaskan, modern rice milling plant yang sedang dibangun berfungsi untuk mengubah gabah yang dibeli langsung dari petani, kemudian dihasilkan menjadi beras berkualitas premium.
Bulog akan membeli gabah dari hasil panen petani untuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), selanjutnya proses pengeringan hingga penggilingan akan dilakukan sendiri oleh Bulog.
"Jadi Bulog tidak perlu lagi membeli dari petani dalam bentuk beras sehingga meringankan beban biaya petani yang berasal dari proses penjemuran atau penggilingan,"katanya.
Budi Waseso menjelaskan, beras premium yang dihasilkan dari pabrik penggilingan beras modern milik Bulog akan dijual seharga beras medium. Hal itu lantaran biaya produksi beras premium tersebut setara dengan biaya produksi beras medium.
Dalam penggilingan beras modern tersebut tersedia silo untuk menyimpan gabah yang dibeli dari petani untuk menjaga kualitas gabah yang akan diolah menjadi beras.
"Gabah tersebut hanya akan diproduksi menjadi beras apabila ada kebutuhan untuk pendistribusian CBP, sehingga kualitas beras pun terjaga tanpa ada kerusakan," katanya.
Budi Waseso menegaskan, pendistribusian beras CBP seperti dalam kegiatan Bantuan Beras PPKM yang diberikan gratis kepada masyarakat untuk meringankan beban selama pandemi COVID-19 ini diberikan dengan beras berkualitas premium.
"Saat ini beras CBP yang digunakan untuk program Bantuan Beras PPKM menggunakan beras berkualitas medium sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya dikutip Antara. (*)
Baca Juga:
Risma Ngaku Langsung Tarik Beras Bansos Dengan Kualitas Buruk