MerahPutih.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Penasihat Khusus Presiden bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Luhut Binsar Pandjaitan, menargetkan sistem digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) akan resmi diluncurkan pada Oktober atau November 2026, atau kuartal IV tahun ini.
Baca juga:
Bansos Barang Diganti Transfer Duit Tunai Rp 4,5 Juta, Luhut: Semua Dimonitor AI
Menurut Luhut, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan sistem pembagian bansos berbasis sistem digital ini secara nasional di 541 kabupaten/kota.
Akhir tahun kita semua sudah jadi. Jadi dengan begitu Presiden Prabowo akan dapat data yang akurat dari sistem ini,
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/6).
Semua Data Terintergrasi dalam Satu Platform
Perlinsos digital berbasis Digital Public Infrastructure (DPI) ini diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial, sekaligus memangkas kesulitan administrasi dan data kependudukan.
Identitas seperti KTP dan kartu keluarga akan terintegrasi dalam satu platform. Saat ini, uji coba sistem sudah berjalan di 42 kabupaten/kota.
Baca juga:
Prabowo Sebut Anggaran Bansos Rp 500 Triliun, Soroti MBG dan Program 1 Juta Rumah
Pilot Project dan Target Pendaftaran
Luhut menargetkan masyarakat di daerah tersebut menyelesaikan pendaftaran pada akhir Juli. “Kita tahu nanti berapa juta, itu 35 juta (yang terdaftar di Perlinsos digital),” imbuh Luhut, dilansir Antara
Menurut dia, Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau langsung pelaksanaan pilot project pada awal Juli di beberapa daerah, termasuk Surabaya, Banyuwangi, dan Bali.
Digitalisasi bansos ini disebut sebagai sistem perlindungan sosial terintegrasi pertama di Indonesia. “Dengan begitu Presiden Prabowo akan dapat data yang akurat,” tandas Luhut. (*)