Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital

Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan gagasan Teori Kerusuhan Era Digital. Foto: Dok. Denny JA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan gagasan baru yang ia sebut sebagai Teori Kerusuhan Era Digital untuk menjelaskan fenomena sosial yang berkembang di tengah masyarakat yang semakin terkoneksi oleh teknologi dan algoritma.

Melalui esainya, Denny JA menilai kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025 bukan sekadar gejolak politik atau sosial biasa, melainkan tanda lahirnya pola baru dalam dinamika masyarakat digital yang belum sepenuhnya dapat dijelaskan oleh teori-teori sosial klasik.

Baca juga:

Denny JA Ungkap Fenomena DVC, Kelas Sosial Baru di Era Kapitalisme Algoritma

Teori Lama Dinilai Belum Cukup

Menurut Denny JA, berbagai teori sosial yang selama ini menjadi rujukan masih relevan, tetapi belum mampu menjelaskan secara utuh fenomena kerusuhan di era digital.

Ia menyoroti tiga teori besar, yakni Relative Deprivation dari Ted Robert Gurr yang menjelaskan kemarahan akibat kesenjangan antara harapan dan kenyataan, Resource Mobilization Theory dari McCarthy dan Zald yang menekankan pentingnya organisasi dan sumber daya dalam gerakan sosial, serta Networked Protest Theory dari Manuel Castells dan Zeynep Tufekci yang menjelaskan peran internet dan media sosial dalam mobilisasi massa.

Meski demikian, ketiga teori tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menjelaskan peran algoritma, media sosial, dan munculnya kelompok pekerja digital dalam membentuk gelombang protes masa kini.

Salah satu konsep utama yang ditawarkan Denny JA adalah Digitally Vulnerable Class (DVC) atau kelas rentan digital.

Baca juga:

Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital

Kelompok ini terdiri dari pengemudi ojek online, kurir digital, freelancer, pekerja platform, kreator konten, hingga berbagai pekerja informal yang menggantungkan penghasilan pada sistem digital.

Menurutnya, kelompok ini hidup dalam tiga bentuk kerentanan sekaligus, yakni kerentanan ekonomi, kerentanan algoritmik, dan kerentanan harapan.

DVC disebut sebagai aktor sosial baru yang berpotensi menjadi kekuatan utama dalam berbagai gejolak sosial di era digital.

5 Variabel Teori Kerusuhan Era Digital

Pendiri
Pendiri LSI, Denny JA. Foto: Dok. Denny JA

Denny JA menjelaskan bahwa teori yang ia ajukan dibangun di atas lima variabel utama, yaitu:

  • Economic Grievance: Keresahan ekonomi menjadi bahan bakar utama munculnya kemarahan sosial. Kenaikan harga kebutuhan pokok, menurunnya daya beli, terbatasnya lapangan kerja, serta ketidakpastian masa depan menjadi sumber akumulasi kekecewaan masyarakat.
  • Digitally Vulnerable Class (DVC): Kelas rentan digital menjadi kelompok yang paling merasakan dampak perubahan ekonomi dan algoritma sehingga rentan menjadi bagian dari mobilisasi sosial.
  • Social Media Amplification: Media sosial berfungsi sebagai pengganda emosi kolektif yang mampu mengubah persoalan lokal menjadi perhatian nasional dalam waktu singkat.
  • Trigger and Provocation: Setiap kemarahan membutuhkan simbol atau pemicu. Setelah pemicu muncul, disinformasi maupun provokasi dapat mengubah aksi protes menjadi kerusuhan.
  • Broken Social Contract: Kerusuhan terjadi ketika masyarakat merasa negara gagal memenuhi janji dasarnya, seperti memberikan perlindungan, keadilan, peluang ekonomi, dan ruang untuk didengar.

Kerusuhan Digital Berpotensi Menjadi Pola Baru Abad ke-21

Menurut Denny JA, kelima faktor tersebut saling berkaitan dan membentuk siklus yang memperbesar potensi terjadinya kerusuhan di era digital. Ia merumuskan konsep tersebut dalam formula:

Digital Riot = Economic Grievance + Digitally Vulnerable Class + Social Media Amplification + Trigger and Provocation + Broken Social Contract

Melalui teori ini, Denny JA berupaya menjelaskan hubungan antara kondisi ekonomi, algoritma, media sosial, emosi kolektif, dan legitimasi negara dalam satu kerangka yang terintegrasi.

Baca juga:

DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda

Masyarakat Berubah Lebih Cepat dari Teori

Sementara di bagian akhir esainya, Denny JA menegaskan, bahwa kerusuhan digital bukan hanya fenomena yang terjadi di Indonesia, melainkan berpotensi menjadi pola baru yang muncul di berbagai negara pada abad ke-21.

Ia menilai. masyarakat telah berubah jauh lebih cepat dibandingkan teori-teori yang selama ini digunakan untuk memahaminya.

Jadi, Teori Kerusuhan Era Digital hadir sebagai upaya untuk menjelaskan bagaimana masyarakat modern yang hidup di bawah algoritma, bekerja tanpa kepastian, dan terhubung melalui jaringan digital membentuk dinamika sosial yang baru.

Menurut Denny JA, setiap zaman melahirkan kelas sosial yang menjadi penggerak perubahan sejarah. Jika Revolusi Industri melahirkan proletariat dan era globalisasi melahirkan precariat, maka era algoritma melahirkan Digitally Vulnerable Class (DVC) yang menjadi salah satu kunci memahami gejolak sosial abad ke-21. (*)

#Denny JA #Digital #Teknologi #Algoritma
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Spesifikasi Lengkap Galaxy A18 4G yang Baru Rilis, Intip Kisaran Harganya!
Samsung resmi merilis Galaxy A18 4G berchipset Exynos 1610, layar Super AMOLED, Android 17, dan fitur Galaxy AI. Intip spesifikasi dan harganya di sini!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Spesifikasi Lengkap Galaxy A18 4G yang Baru Rilis, Intip Kisaran Harganya!
Tekno
Harga Redmi NOTE 17 Pro Max 5G Termurah Rp 7,4 Juta, Fitur Canggih Baterai Badak
Redmi Note 17 Pro Max 5G resmi meluncur di Indonesia seharga Rp7,4 juta. Dibekali baterai Titan 10.000 mAh, IP69K, & Snapdragon 6 Gen 5. Cek detailnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Harga Redmi NOTE 17 Pro Max 5G Termurah Rp 7,4 Juta, Fitur Canggih Baterai Badak
Tekno
Xiaomi 18 Pro Bawa Layar Belakang Canggih, Bisa Bikin Aplikasi Sendiri?
Xiaomi 18 Pro akan membawa layar belakang canggih. Nantinya, pengguna bisa membuat aplikasi lewat AI.
Soffi Amira - Rabu, 16 September 2026
Xiaomi 18 Pro Bawa Layar Belakang Canggih, Bisa Bikin Aplikasi Sendiri?
Tekno
Samsung Galaxy A08 Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 6.000 mAh dan Helio G99
Samsung Galaxy A08 diam-diam meluncur. HP ini membawa baterai 6.000 mAh dan chipset Helio G99.
Soffi Amira - Rabu, 16 September 2026
Samsung Galaxy A08 Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 6.000 mAh dan Helio G99
Tekno
Siap-Siap Kuras Kantong! Kenaikan Harga Samsung Lebih Mahal dari iPhone Imbas Krisis Cip
Samsung berencana menaikkan harga lini Galaxy S26 imbas lonjakan harga memori yang meroket 300%. Simak detail kenaikan harga HP Samsung di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Siap-Siap Kuras Kantong! Kenaikan Harga Samsung Lebih Mahal dari iPhone Imbas Krisis Cip
Tekno
Samsung Galaxy A18 4G Resmi Meluncur, Bawa Chipset Exynos 1610
Samsung Galaxy A18 resmi meluncur. HP ini membawa chipset Exynos 1610. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 16 September 2026
Samsung Galaxy A18 4G Resmi Meluncur, Bawa Chipset Exynos 1610
Tekno
Harga Samsung Galaxy S26 Dikabarkan Bakal Naik, Chip Memori Jadi Biang Keladinya!
Harga Samsung Galaxy S26 dikabarkan bakal naik. Penyebabnya dikarenakan biaya chip memori yang makin mahal.
Soffi Amira - Rabu, 16 September 2026
Harga Samsung Galaxy S26 Dikabarkan Bakal Naik, Chip Memori Jadi Biang Keladinya!
Tekno
Samsung Galaxy S27 Dikabarkan Bawa Layar OLED M16, Ada Fitur Privacy Display
Samsung Galaxy S27 akan membawa layar OLED M16. Nantinya, ada fitur Privacy Display di seri Ultra.
Soffi Amira - Selasa, 15 September 2026
Samsung Galaxy S27 Dikabarkan Bawa Layar OLED M16, Ada Fitur Privacy Display
Tekno
OPPO Find X10 Meluncur 22 September 2026, Intip Spesifikasi Lengkapnya
OPPO Find X10 dipastikan meluncur global 22 September 2026. HP ini membawa spesifikasi lebih gahar dibanding generasi sebelumnya.
Soffi Amira - Selasa, 15 September 2026
OPPO Find X10 Meluncur 22 September 2026, Intip Spesifikasi Lengkapnya
Indonesia
5 Mahasiswa UI Kembangkan Pendingin Ruangan Padukan Kestabilan Suhu Tanah dan Tenaga Surya
ADEM bekerja dengan memanfaatkan suhu tanah yang relatif stabil pada kedalaman tertentu. Udara dari luar dialirkan melalui jaringan pipa PVC yang ditanam di bawah tanah dan disusun berkelok (serpentine).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
5 Mahasiswa UI Kembangkan Pendingin Ruangan Padukan Kestabilan Suhu Tanah dan Tenaga Surya
Bagikan