MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan 35 ribu Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi pada September 2026.
Ia mengakui, jika saat bangunan sudah jadi, namun belum jalan. Hal itu, menjawab kritikan tentang adanya Koperasi Merah Putih yang hanya mendapat keuntungan Rp 78 ribu.
Zulkifli menegaskan, banyak orang yang salah paham terhadap keberadaan Koperasi Merah Putih. Koperasi Desa Merah Putih bukan supermarket.
Koperasi Merah Putih merupakan infrastruktur pemerintah serta berperan sebagai offtaker. Selain itu, Koperasi Merah Putih juga akan berperan sebagai penyalur bantuan sosial pemerintah.
Baca juga:
Menko Zulhas Ingatkan Angsuran Pertama Utang Koperasi Merah Putih ke Himbara Jatuh Tempo September
Koperasi Merah Putih akan menyalurkan bansos, sekaligus untuk melihat penerimanya tepat sasaran atau tidak,
katanya.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) meminta para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memahami potensi desa dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar menyusun strategi bisnis koperasi agar mampu memberikan manfaat bagi warga.
Saat membuka pelatihan manajer KDKMP di Satuan Pendidikan (Satdik) 2 Kodiklatal Makassar, Sulsel, Jumat, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan keberhasilan KDKMP tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga kemampuan manajer dalam membaca potensi daerah, menyusun strategi, dan mengambil keputusan yang tepat.
Networking ini mahal, karena Anda akan jadi single fighter di KDKMP tempat Anda ditempatkan. Kenali koperasi itu membutuhkan apa,
kata Destry dalam keterangan Kemenkop di Jakarta, Jumat (27/7).
Ia meminta setiap manajer aktif berkomunikasi dengan kepala desa dan masyarakat untuk memahami kondisi wilayah serta kebutuhan yang dapat dijawab melalui usaha koperasi.