MerahPutih.com – Pemerintah Indonesia mempercepat transformasi digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membangun sistem data tunggal nasional.
Perombakan terbesar dengan mengubah sisterm pola subsidi dari berbasis barang menjadi berbasis penerima manfaat dengan skema transfer tunai.
Baca juga:
Prabowo Sebut Anggaran Bansos Rp 500 Triliun, Soroti MBG dan Program 1 Juta Rumah
Presiden Prabowo Bertemu Luhut dan Chatib Basri Bahas Strategi Ekonomi, bukan Kursi Menkeu
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemerintahan ke depan akan semakin mengandalkan digitalisasi yang didukung AI.
Pemerintahan ini akan berbasis digitalisasi dengan support AI,
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan
Subsidi Tunai Rp 4,5 Juta per Orang
Menurut Luhut, subsidi tidak lagi diberikan dalam bentuk barang, melainkan langsung kepada penerima manfaat. Langkah ini diharapkan meningkatkan akurasi penyaluran bansos dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.
Subsidi akan langsung kepada penerima. Rata-rata kita kumpulkan bansos itu dengan cash transfer sekitar Rp4,5 juta per orang,
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan
AI Karya Anak Bangsa Dukunga UMKM
Selain bansos, sistem data tunggal berbasis AI juga akan digunakan untuk mendukung pengembangan UMKM. Teknologi ini memungkinkan pemerintah menyusun kebijakan pembiayaan dan pendampingan lebih tepat sasaran.
“Dengan AI, UMKM bisa diberi skor yang jelas karena latar belakangnya dapat dipantau,” imbuh Luhut, saat jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6).
Baca juga:
Penerima Bansos Usia Produktif Bakal Dijadikan Sopir Hingga Pengelola Koperasi Merah Putih
Luhut menjabarkan dengan populasi Indonesia yang mendekati 300 juta jiwa, penerapan sistem digital berbasis AI akan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dia menambahkan sistem digital berbasis AI ini dikembangkan talenta dalam negeri.
Semua akan bisa dimonitor dengan sistem ini,
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.
(Asp)