MERAHPUTIH.COM - BUMN Perum Bulog saat ini memiliki cadangan minyak goreng MinyaKita sebesar 20 ribu ton. Dari jumlah tersebut, Bulog DKI memegang stok sebanyak 93 ton MinyaKita.
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Moga Simatupang menyampaikan hal tersebut saat mengecek langsung harga minyak goreng MinyaKita di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (18/6).
"Dipastikan, akan segera didistribusikan ke pasar-pasar rakyat dalam waktu dekat," ucap Moga.
Rata-rata kebutuhan minyak goreng masyarakat tercatat berada di kisaran 254 ribu ton per bulan dan dapat dipenuhi, baik melalui MinyaKita maupun aneka merek minyak goreng lainnya.
Baca juga:
Harga Eceran Tertinggi Minyakita Tidak Jadi Naik, Tetap Rp 15.700 Per Liter
Pemerintah sudah menetapkan harga Minyakita sesuai HET yaitu sebesar Rp 15.700 per liter.
Berdasarkan aturan tersebut, skema harga MinyaKita disepakati yaitu harga Rp 13.500/liter dari produsen ke distributor 1 (D1) atau BUMN Pangan, harga Rp 14.000/liter dari D1 ke Distributor 2 (D2), harga Rp 14.500/liter dari D2 ke pengecer, dan HET Rp 15.700/liter dari pengecer ke konsumen akhir.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pelaku usaha dilarang memperdagangkan atau mendistribusikan barang atau jasa yang tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan pada label.
Moga menyebut MinyaKita merupakan minyak goreng rakyat yang diutamakan untuk target konsumen masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Sementara itu, untuk kebutuhan pasar yang lebih luas dapat terpenuhi melalui beragam pilihan minyak goreng kemasan dari berbagai merek.
"Pemerintah memastikan bahwa pasokan minyak goreng nasional di berbagai lapisan masyarakat tetap aman, stabil, dan mencukupi," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Pemerintah Pastikan HET Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi