Daya Qarsa Luncurkan Buku untuk Dukung Perusahaan Keluarga Indonesia
Senin, 18 April 2022 -
DAYA Qarsa, bagian dari Lima Group, meluncurkan buku Bangkit Setelah Pandemi: Mengembalikan Kesuksesan Perusahaan Keluarga Setelah Pandemi COVID19. Konsultan transformasi yang menawarkan layanan terintegrasi hingga implementasi bisnis digital tersebut menghadirkan buku yang berisi hasil penelitian terhadap para pemilik perusahaan keluarga dari berbagai industri di Indonesia untuk memastikan keberlangsungan bisnis keluarga khususnya dalam menghadapi pandemi COVID-19.
Daya Qarsa merilis buku tersebut sebagai bagian dari peran untuk memberi bimbingan dan tuntunan dalam mengelola bisnis keluarga. Buku dan penelitian tersebut didorong latar belakang bahwa 95 persen perusahaan di Indonesia merupakan perusahaan keluarga yang memberikan 82 persen kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) dan 40 persen terhadap kapitalisasi pasar di Indonesia.
Baca juga:
Rekomendasi Buku Menarik dari Sherina Munaf
Founder & Managing Partner (CEO) Daya Qarsa Dr Apung Sumengkar mengatakan jumlah perusahaan keluarga di Indonesia diprediksi akan terus bertumbuh tiga sampai empat kali lipat dalam lima sampai 10 tahun mendatang. Jumlah itu merupakan di atas rata-rata global.
"Perusahaan keluarga menjadi salah satu harapan untuk merealisasikan potensi ekonomi Indonesia. Namun sayangnya, hanya sekitar 30 persen perusahaan keluarga mampu bertahan hingga generasi kedua, bahkan hanya sekitar 13 persen perusahaan keluarga di Indonesia yang dapat bertahan hingga generasi ketiga," jelasnya dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, persentase yang kecil tersebut menunjukkan akan adanya rintangan yang besar dalam menjaga keberlangsungan bisnis keluarga. Survei yang dilakukan Daya Qarsa menunjukkan rintangan tersebut kian sulit karena adanya pandemi COVID-19.
Baca juga:
Studio Ghibli Luncurkan Buku di Balik Layar Semua Filmnya
"Sebanyak 47 persen responden menganggap pandemi COVID-19 sebagai kekhawatiran utama perusahaan keluarga saat ini," katanya.
Riset Daya Qarsa juga menemukan empat tantangan utama bagi perusahaan keluarga. Salah satunya ialah transformasi digital. Masalah keuangan akibat pandemi COVID-19 membuat perusahaan tertahan untuk melakukan transformasi digital sehingga sulit menjangkau pelanggan yang kini ramai berselancar di saluran digital.
Sistem pekerjaan yang masih menggunakan proses manual juga tentu memakan biaya yang lebih besar hingga membuat karyawan kesulitan menunjang kerja jarak jauh di masa pandemi.
Baca juga:
Sir Alex Ferguson Segera Luncurkan Buku Terbaru
Daya Qarsa telah membantu sejumlah perusahaan keluarga di Indonesia, salah satunya ialah Kalla Group yang memiliki beragam lini bisnis (konglomerasi). Daya Qarsa bekerja sama dengan manajemen Kalla Group untuk mendesain struktur organisasi perusahaan agar bisa lebih lincah menghadapi perubahan akibat pandemi.
"Ini merupakan kolaborasi pertama kami dengan Daya Qarsa dalam mendorong transformasi bisnis dan organisasi kami. Daya Qarsa memiliki latar belakang konsultasi bisnis dan organisasi yang kuat serta pengetahuan yang mendalam untuk membantu kami memecahkan permsalahan yang ada akibat pandemi," jelas Direktur People & Process of Kalla Group Disa Novianty.
Disa menjelaskan perusahaan mereka melakukan perubahan pada seluruh aspek krusial agar dapat bertahan melewati pandemi. Mulai dari membenahi trust dan value yang berhubungan dengan sikap karyawan, manajemen keuangan, tata kelola perusahaan, manajemen manusia, dan infrastruktur pednukung. (waf)
Baca juga:
Artis Berbakat Annisa Hertami Luncurkan Buku "Agar Dapat Kubaca Zaman"