MerahPutih.com - Niatan lembaga DPR RI menambah fasilitas berupa apartemen di lahan sekitar gedung parleman menuai penolakan keras dari sejumlah aktivis.
Mereka menilai, alasan DPR untuk meningkatkan kinerja dengan menambah fasilitas sungguh tidak dapat diterima akal sehat.
"Coba cek, apakah rendahnya tingkat kehadiran anggota DPR pada rapat-rapat karena rumah terlalu jauh atau memang mereka sengaja tidak hadir," kata Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti kepada awak media di Jakarta, Senin (14/8).
Menurutnya, jika alasan rumah terlalu jauh dan macet, anggota DPR bisa menggunakan KRL.
"Kalau alasanya macet, ya solusinya ada. KRL aja. Sekarang fasilitas KRL cepat, bersih," kata dia.
Dengan KRL, kata dia, waktu akan lebih efisien, sebab setiap waktu ada.
"Jadi, macet itu fakta tapi kuncinya ada solusinya gitu. Kalau mereka mau. Kecuali kalau mereka menganggap KRL tak pantas untuk anggota DPR. Itu lain lagi," katanya.
Selain itu, kata Ray, dengan menggunakan KRL anggota DPR setiap hari bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat, sehingga apa yang diinginkan masyarakat dapat terserap.
"Setiap hari bisa bergaul dengan masyarakat. Itu, 'kan waktu yang tepat untuk ngobrol dengan masyarakat," tandasnya. (Fdi)