Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Danantara Indonesia Matangkan Rencana IPO Deretan Raksasa BUMN, Pegadaian Hingga Pelindo Bakal Melantai di Bursa

Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026

Merahputih.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyiapkan langkah strategis penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) bagi sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Proses persiapan aksi korporasi pasar modal ini memakan rentang waktu 6 hingga 12 bulan.

Baca juga:

Sentimen Global Meledak! IHSG dan Indeks LQ45 Dibuka Menguat pada Perdagangan Awal Pekan Ini

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, memastikan eksekusi persiapan aksi IPO BUMN berjalan melalui entitas PT Danantara Asset Management (DAM). Langkah besar ini bertujuan memperkuat struktur permodalan sekaligus menyuntikkan likuiditas segar ke pasar modal Indonesia.

Prosesnya ada di dalam DAM, insyaAllah fokus 6-12 bulan ke depan. Ada proses juga nanti dalam Bursa, niatnya menambah likuiditas ke pasar modal Indonesia,

ujar Pandu Sjahrir.

Pemetaan Potensi Emiten Raksasa BUMN

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menilai banyak entitas serta holding BUMN memiliki kinerja keuangan mentereng serta layak melantai di papan bursa. Potensi kapitalisasi pasar (market cap) jumbo menjadi pertimbangan utama dalam memilih anak usaha milik negara sebelum melepas saham ke publik.

Deretan entitas BUMN berprospek cerah mencakup nama-nama besar sektor keuangan, manufaktur, hingga infrastruktur perhubungan.

Integrasi Peta Jalan Transformasi Lima Tahun

Rencana pelepasan saham anak usaha BUMN ke bursa domestik telah masuk dalam peta jalan (roadmap) transformasi lima tahun Danantara Indonesia.

Manajemen terus berkoordinasi bersama Kementerian Keuangan guna menentukan skema optimal bagi setiap entitas negara.

“Banyak perusahaan BUMN bagus, ada Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, Angkasa Pura, secara market cap bagus untuk kita IPO-kan,” kata Dony Oskaria.

Baca juga:

Kemenkeu Ambil 60 Persen Saham Whoosh, Bakal Dikelola Unit Special Mission Vehicle

Dony Oskaria menegaskan penataan portofolio investasi BUMN terbagi dalam beberapa opsi strategis demi mencapai nilai optimal.

“Mana akan kita strategic partnership, mana akan kita IPO, mana kita tetap tertutup, nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan. Arahannya tentu sebagai milik negara, kemudian baru menjadikan itu potential target lebih tinggi lagi,” tutur Dony Oskaria

Baca Artikel Asli