MERAHPUTIH.COM — SETELAH keluar dari tur Ed Sheeran, Macklemore langsung tancap gas menggelar konsernya sendiri. Konser ‘Free Palestine’ ini diluncurkan hanya beberapa hari setelah ia resmi dikeluarkan dari Loop Tour.
"Jadi, seperti yang kalian semua tahu, jadwal saya jadi sedikit lebih longgar," ujarnya saat mengumumkan tur tersebut pada Kamis (24/9).
Seniman asal Amerika Serikat yang memiliki nama asli Benjamin Haggerty ini mengatakan tur ini akan dimulai di Dublin, Irlandia, pada Oktober. Hasil penjualan tiket untuk pertunjukan tur ini akan disalurkan ke organisasi-organisasi yang mendukung rakyat Palestina.
Komentar Macklemore di panggung dan pencopotannya dari tur tersebut memicu para artis pembuka Loop Tour mengundurkan diri. Sementara itu, penyanyi asal Inggris tersebut menegaskan keputusan untuk mengeluarkan sang rapper dibuat promotornya, bukan oleh dirinya sendiri.
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis, rapper tersebut menyampaikan dua minggu terakhir telah menunjukkan kepadanya adanya kesadaran kolektif tentang pembebasan Palestina, kekuasaan para miliarder yang mencoba membungkam seruan tersebut, dan apa yang kita harapkan dari para seniman saat ini.
Baca juga:
Polemik Macklemore, Ed Sheeran Minta Maaf dan Akui Kondisi di Gaza Membuatnya Terpukul
"Apa yang terjadi pada saya lebih besar daripada sekadar satu seniman atau satu panggung. Ketika kelompok miliarder dapat menentukan suara mana yang boleh tampil di panggung dan suara mana yang dianggap terlalu berbahaya untuk didengar, semua orang seharusnya memberi perhatian,” ujarnya.
Macklemore mengatakan ia menghabiskan seminggu terakhir untuk menghubungi para seniman yang telah menggunakan platform mereka demi berdiri bersolidaritas dengan rakyat Palestina, tanpa memedulikan konsekuensinya. Karena tur ini dipersiapkan dalam waktu yang sangat singkat, beberapa detail masih terus dimatangkan.
"Namun ini momen yang memiliki momentum, dan ada hal-hal yang harus diselesaikan,” katanya.
Tur baru Macklemore akan dimulai di Dublin pada 26 Oktober, dilanjutkan ke Paris pada 29 Oktober, dan London pada 30 Oktober. Jadwal untuk wilayah AS juga akan ditambahkan dengan tiket tambahan yang mulai dijual minggu depan.
Didepak dari ‘Loop Tour’ karena Serukan Pembebasan Palestina
Saat tampil sebagai pembuka untuk Sheeran dalam konser di New Jersey awal September lalu, Macklemore menyerukan alasan besar ia ingin mengambil tur Sheeran sejak awal yakni agar ia bisa berdiri di stadion-stadion seperti itu. “Aku ingin mengucapkan dua kata yang sangat, sangat dekat di hatiku: free Palestine (bebaskan Palestina),” ujarnya.
Rapper pelantun lagu Thrift Shop tersebut kemudian membawakan lagu yang didedikasikan untuk para demonstran pro-Palestina di Universitas Columbia.
Setelah dikeluarkan dari tur pada 14 September, Macklemore menuduh para pemilik stadion bersatu untuk mendepaknya. Ia juga dituduh pemilik stadion yang merupakan seorang miliarder, Robert Kraft, telah melakukan ujaran kebencian dan retorika antisemit terkait dengan Israel dan Gaza.
Sheeran sejak awal telah menyatakan keputusan untuk mengeluarkan Macklemore dari turnya dibuat promotor konser, Messina Touring Group. Pernyataan awalnya tersebut menyebabkan seluruh artis pembukanya mundur dari tur sebagai bentuk solidaritas, serta membuat para penggemar menyuarakan kekecewaan mereka. Harga tiket untuk tur tersebut juga anjlok drastis.
Sheeran menanggapi kontroversi ini secara langsung pada awal penampilannya di Philadelphia minggu lalu. Ia mengaku telah membuat kesalahan dalam menangani dampak masalah ini, meminta maaf kepada para penggemar, serta mengambil sikap atas konflik Israel-Gaza, yang ia sebut sebagai masalah kemanusiaan.
Ia menggambarkan serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai hal yang mengerikan, sekaligus menyebut situasi di Gaza tidak dapat dibenarkan dan sangat tidak proporsional.(dwi)
Baca juga:
Polemik Macklemore, Ed Sheeran Minta Maaf dan Akui Kondisi di Gaza Membuatnya Terpukul