China Gelontorkan Rp 179 T untuk Proyek Energi Surya, Angin, dan Batu Bara

Minggu, 30 Juni 2024 - Ikhsan Aryo Digdo

Merahputih.com - Perusahaan listrik milik negara China menginvestasikan 80 miliar yuan (Rp 179 triliun) untuk basis energi yang akan menghasilkan listrik dari tenaga surya, angin, dan batu bara.

China Three Gorges Renewables Group, anak perusahaan dari perusahaan pembangkit listrik tenaga air terbesar di negara tersebut, berencana membangun pabrik dengan kapasitas 16 gigawatt dan fasilitas penyimpanan sebesar lima gigawatt, demikian menurut laporan Bloomberg pada pekan ini.

Langkah ini adalah bagian dari upaya China untuk membangun proyek energi terbarukan sebesar 455 gigawatt di padang pasir pada tahun 2030. Pembangkit ini sedang dibangun di Mongolia Dalam, yang akan menyumbang 135 gigawatt dari total produksi yang direncanakan.

Menurut pemberitaan Endgadget belum lama ini, China Three Gorges Corporation berusaha mendiversifikasi sumber energinya karena pembangunan bendungan hidro besar semakin sulit dilakukan.

Baca juga:

Mendag Bakal Kenakan Tarif Bea Masuk Barang-Barang China Hingga 200%

Three Gorges menyebut pembangkit listrik tenaga angin dan surya dari pabrik ini akan bergantung pada aksesibilitas jaringan listrik. Sementara itu, pabrik batu bara tersebut dijadwalkan mulai beroperasi dalam tiga tahun.

Meski mengecewakan bahwa pembangkit listrik baru ini akan menggunakan tenaga batu bara, hal ini tidak sepenuhnya mengejutkan mengingat penolakan China untuk sepenuhnya berkomitmen pada energi terbarukan selama perundingan KTT perubahan iklim dengan negara-negara lain.

Bloomberg mencatat China sering kali kesulitan menyalurkan seluruh energi ramah lingkungannya ke dalam jaringan listrik. Akibatnya, perusahaan sering bergantung pada batu bara ketika sumber terbarukan seperti tenaga surya dan angin tidak tersedia. (waf)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan