Cerita Lasiyem dan Sony Mendapat Sembako Serta Beasiswa di Desa Terong

Rabu, 08 November 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Lasiyem (70) tampak tergopoh-gopoh menjinjing sebuah bungkusan berisi paket sembako saat keluar dari kantor Desa Terong, Dlingo, Bantul, Yogyakarta, Rabu (8/11). Raut wajahnya sumringah. Meski badannya kian membungkuk lantaran beban di tangan kirinya, Lasiyem tetap bersemangat berjalan menuju pintu gerbang kantor desa.

Ketika disapa, Lasiyem mengaku senang jika ada kegiatan pemberian bantuan sembako gratis di desanya. "Senang, kalau bisa ada seperti ini lagi," kata Lasiyem kepada Merahputih.com.

Menurut Lasiyem, kegiatan semacam ini sangat jarang ia temui. Ketika ada undangan dari kepala desa untuk hadir, ia pun bersemangat datang bersama ibu-ibu yang lain dari dusun Sendangsari.

Tidak hanya Lasiyem yang tampak sumringah, pun dengan Sony Dwi kuncoro (12), siswa kelas VI SD Sendagsari ini mengaku senang dan gembira karena di hari itu ia termasuk dalam daftar 45 orang siswa SD dan SMP di Desa Terong yang mendapat bantuan beasiswa pendidikan sebesar Rp 250 ribu.

Sony yang duduk lesehan bersama kedua temannya, Aprilianto dan Rendi, menunggu panggilan dari panitia untuk mendapatkan amplop bantuan beasiswa.

Dikatakan Sony, sehari sebelumnya aparatur desa menyambangi rumahnya dan menyampaikan surat bantuan dana beasiswa. "Kelihatannya pak kepala desa datang ke rumah, ketemu dengan bapak," kata Soni.

Sony mengaku, beasiswa tersebut merupakan yang kali pertama ia dapatkan. Karena itu, ia datang pagi-pagi ke kantor kepala desa dengan mengenakan pakaian seragam pramuka. Ia datang sendiri karena kedua orang tuanya masih bekerja di ladang.

Pemberian bantuan 250 paket sembako dan bantuan dana beasiswa pendidikan merupakan kegitan bakti sosial yang dilaksanakan oleh kelompok Dharma Wanita Persatuan (DWP) UGM di Desa Terong.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, menurut Ketua DWP UGM Nur Indrianti Panut Mulyono merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis UGM ke-68. "Salah satu kegiatan Dies adalah melaksanakan bakti sosial yang kita laksanakan pada hari ini," kata istri Rektor UGM melalui keterangan pers di Yogyakarta.

Menurut Nur Indriyanti, kegiatan tersebut dilaksankan secara bergiliran setiap tahun di lima kabupaten/kota di DIY.

Dalam kesempatan itu, ia menyebutkan dalam kegitan bakti sosial kali ini juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang dibantu tim medis dari RSA UGM dan GMC serta didukung tim dari FK UGM dan LPPM. "Kita menerjunkan 7 dokter, empat perawat dan tiga apoteker," katanya.

Lurah Desa Terong Welasiman mengatakan, kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh DWP UGM ini diharapkan bisa meringankan beban ekonomi masyarakat Desa Terong.

"Tidak semua warga berkesempatan mendapatakan bantuan. Namun, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan pada warga kami," kata Welasiman. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca berita terkait Yogyakarta lainnya di: Kawasan titik Nol Malioboro Kini Makin Cantik Untuk Selfie

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan