Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Cegah Omicron, 8 Taman Kota di Surabaya Ditutup Setiap Akhir Pekan

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Januari 2022

MerahPutih.com - Paparan kasus COVID-19 yang kembali melonjak, membuat pemerintah daerah melakukan berbagai antisipasi pembatasan agar mengurangi kerumunan warga.

Pemerintah Kota Surabaya akhirnya, menutup delapan taman kota yang selama ini jadi tempat hiburan dan edukasi setiap akhir pekan untuk menekan sebaran COVID-19 terutama varian Omicron.

Baca Juga:

Kasus Omicron di DKI Makin Meningkat, Ketua DPRD: Jangan Formula E Terus yang Dipikirin

Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, penutupan ini dimulai minggu ini. Tetapi pada hari Senin - Jumat taman tetap buka seperti biasa, mulai pukul 06.00 - 11.00 WIB dan 14.00 - 17.00 WIB.

"Ya sementara Sabtu dan Minggu kita tutup dulu. Jika untuk keperluan edukasi tetap kita buka, sebab tatap muka masih berlangsung dan ada sejumlah anak SD dan SMP yang membutuhkan pembelajaran di lapangan. Kalau untuk fungsi rekreasi ya kita tahan dulu," tutur Hebi, Minggu (30/1).

DLH Kota Surabaya sebelumnya membuka delapan taman diantaranya taman Flora, Taman Sejarah, Taman Cahaya, Taman Harmoni, Taman Pelangi, Taman Kebun Bibit, Taman Prestasi dan Taman Ekspresi.

Hebi juga akan meniadakan car free day (CFD) sementara waktu. CFD yang ditutup yakni di Jalan Kertajaya dan Jalan Kembang Jepun.

Vaksinasi Anak. (Foto: Antara)
Vaksinasi Anak. (Foto: Antara)

Terkait penutupan taman dan CFD, ia belum memastikan kapan dibuka kembali untuk sarana wisata taman dan berolahraga ketika CFD.

"Harusnya, output dari CFD itu untuk mengurangi polusi udara. Tapi yang terjadi saat CFD masyarakat kumpul-kumpul, maka kami menunda dulu CFD-nya, hingga waktu yang ditentukan dan Omicron mereda," katanya.

Hebi menjamin penutupan taman dan CFD ini tidak terlalu berdampak dengan pemulihan ekonomi di Kota Surabaya. Masyarakat bisa memanfaatkan Gelora Pancasila untuk kegiatan olah raga.

"Kalau Omicron itu perkembangannya tidak terlalu signifikan, nanti kita buka lagi," katanya. (Andika Eldon/ Surabaya)

Baca Juga:

Omicron Mengganas, BOR Rumah Sakit di Jakarta Naik 45 Persen

Baca Artikel Asli