Persaingan untuk mendapatkan dan distribusi vaksin di seluruh dunia semakin ketat, di tengah laporan lebih dari 119 juta kasus COVID-19 global, yang tercatat pada Sabtu (13/3). Amerika Serikat dengan 29,3 juta orang terinfeksi, yang terbanyak di dunia. Menyusul Brazil dengan 11,36 juta, dan India dengan 11,33 juta.
Dilansir VOA Indonesia, Tiongkok mengumumkan mempermudah proses masuknya warga asing ke China daratan dari Hong Kong, apabila mereka telah menerima vaksin virus corona buatan China.
Baca Juga:
[Hoaks atau Fakta]: Warga Luar Jakarta Bisa Vaksinasi di Istora Senayan
Dengan mengurangi surat-surat yang dibutuhkan, Tiongkok berharap bisa meningkatkan daya tarik vaksinnya, yang belum disetujui oleh sebagian besar negara Barat.
Selain itu, Tiongkok juga belum menyetujui produksi mau pun distribusi vaksin buatan asing di negaranya.
Sementara di Italia, negara tersebut berencana memvaksinasi sedikitnya 80 persen populasinya paling lambat September.
Menurut pernyataan kantor kabinet, Francesco Paolo Figliuolo, rencananya bakal mendistribusikan 500 ribu dosis setiap hari.
Kebanyakan warga di Italia akan menghadapi pembatasan baru mulai Senin (15/3) karena pemerintah berusaha menyetop lonjakan kasus.
Pembatasan itu meliputi penutupan sekolah dan toko-toko non-esensial di lebih dari separuh negara itu, termasuk ibu kota, Roma, dan pusat bisnis, Milan.
Sementara Indonesia, mengkliam stok dan distribusi vaksin COVID-19 dalam kondisi aman. Pemerintah meyakini program vaksinisasi bisa berjalan lancar dengan target vaksin untuk masyarakat lansia telah dialokasi sekitar 21,5 juta dosis. Kemudian, target vaksin untuk petugas pelayanan publik telah dialokasikan sekitar 16,9 juta dosis.
"Ini tentunya kalau kita lihat angka 33 juta pasti tidak cukup. Minimal butuh vaksinasinya itu adalah 70 juta. Jadi kita masih perlu datangkan vaksin lainnya pada Maret ini. Masih akan ada 20 juta dan ada vaksin dari AstraZeneca," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Senin (15/3).
Saat ini, Vaksin Sinovac asal Tiongkok di Indonesia yang sudah jadi mencapai tiga juta dosis. Lalu, dalam bentuk bulk sebanyak 35 juta dosis, yang tengah diproses oleh PT Bio Farma menjadi vaksin secara bertahap. (*)
Baca Juga:
3,9 Juta Rakyat Indonesia Telah Divaksinasi COVID-19