MerahPutih.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menyindir kepanikan kubu pengusung Prabowo-Sandiaga yang mengkritik iklan pencapaian kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo dibuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang diputar di bioskop
"Jadi tidak perlu dipermasalahkan. Karena kalau tidak ada sosialisasi dan informasi soal kinerja pemerintah, nanti rakyat akan bertanya pemerintah kerja apa," kata Wakil Ketua TKN KIK Abdul Kadir Karding di Jakarta, Kamis (13/9).
Menurut Karding, kalau ada pihak yang memprotes dan melarang iklan tersebut, maka sebaiknya diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Dikutip Antara, Karding menambahkan Kemenkominfo sudah memberikan pernyataan iklan itu bukan sebagai bentuk kampanye politik atas pencapresan Jokowi, tetapi hanya menyampaikan capaian Pemerintahan Jokowi-JK.
Sebelumnya, iklan yang merupakan versi singkat dari video "2 Musim, 65 Bendungan" diputar di bioskop. Isinya memperlihatkan proses pembangunan sejumlah bendungan diikuti dengan testimoni seorang petani tentang manfaat bendungan tersebut. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon meminta agar iklan tersebut dicopot dan tidak ditayangkan di bioskop.
Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu menjelaskan peran yang diemban Kemenkominfo sesuai UU negara adalah sebagai humas pemerintah, sehingga menyampaikan capaian dan prestasi yang dilakukan Pemerintahan Jokowi-JK.
Ferdinandus menegaskan apa yang disampaikan dalam iklan bukan bagian dari kampanye terkait pencapresan Jokowi pada Pilpres 2019. Alasan, Kemenkominfo memilih bioskop untuk menayangkan iklan karena pertumbuhan penontonnya luar biasa sehingga efektif sebagai sarana sosialisasi. (*)