Merahputih.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memasuki usia ke-11 Jumat (16/7). Kepala (BNPT) Boy Rafli Amar mengatakan lembaganya masih membutuhkan dukungan dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi permasalahan terorisme di Indonesia.
"Agar tugas kami dalam penanggulangan potensi ancaman dan aksi terorisme, radikal intoleransi yang berkembang dalam masyarakat dapat berjalan efektif dan mendukung terwujud nya NKRI yang aman, damai, sejahtera, harmoni, bahagia," kata Boy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/7).
Baca Juga:
Menurut Boy, tugas penanggulangan terorisme di Indonesia bukanlah tugas sederhana. Oleh karena itu, dia selalu terbuka untuk segala kriitik dan saran untuk memajukan BNPT menjadi lebih baik lagi. "Demi peningkatan kualitas kinerja," jelas Boy.
Ia memastikan, BNPT selalu memegang teguh amanah negara untuk mengentaskan problem kontra terosis. Boy mengatakan narasi kelompok teroris saat ini berkembang bebas melalui media sosial. Bahkan, narasi mereka kadang lebih dipercaya ketimbang sumber resmi dari BNPT maupun pemerintah.
Kelompok teroris yang menyebar narasi radikal-intoleran juga bukan hanya dari dalam negeri. Jaringan global juga melakukan hal serupa di Indonesia.
"Kita mesti menjaga dari virus hal-hal yang mengarah kepada radikal-intoleran, sampai kepada radikal-tolerisme," ujar Alumnus AKPOL 1988 ini.
Baca Juga:
BNPT: Ideologi Terorisme Tak Kenal Batas Teritorial dan Usia
Mantan Kapolda Papua dan Banten ini secara terbuka kepada masyarakat bekerjasama membuat narasi radikal-intoleran hilang.
"Kami mewakili institusi negara terbuka mengajak semua pihak untuk memerangi kejahatan terorisme radikal-intoleran yang terus berkembang dalam masyarakat kita," tutup pria asal Minang ini. (Knu)