Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Dunia

Barang Bekas di Swedia Justru Membuka Peluang Kerja

Zulfikar Sy - Selasa, 06 Desember 2016

Keberhasilan Swedia dalam mendaur ulang sampah merupakan salah satu perwujudan tanggung jawab pemerintahnya untuk mengurangi jejak ekologi.

Tapi konsep pendekatannya justru menolak cara Barat yaitu membuang semua hal sekaligus. Benda-benda yang biasa di lihat di keranjang sampah -  seperti baju, sepatu atau sepeda – benda-benda itu biasanya langsung diperbaiki.

Ongkosnya tidak akan dibebankan kepada pemilik barang-barang yang rusak itu (kenyataannya tidak semua orang bisa memperbaiki jaket), tapi justru membuka kesempatan kerja baru. Ada kesempatan kerja bagi mereka yang pandai memperbaiki barang.

Pekerjaan yang membutuhkan keahlian tinggi itu sangat menantang tapi tidak memerlukan pendidikan tingkat tinggi, sehingga orang bisa masuk kerja hanya dalam beberapa bulan saja ketimbang yang menimba ilmu tahunan.         

Menurut  Per Bolund, Menteri Konsumsi dan Keuangan Swedia, “Konsumen betul-betul menunjukkan bahwa mereka ingin menunjukkan perbedaan sehingga dari sisi pemerintah adalah membantu mewujudkan aksi mereka, mempermudah perilaku yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.”     

Masyarakat sendiri masih memiliki kesempatan untuk membeli barang yang sekali pakai buang atau tidak bisa diperbaiki – tapi nilainya jadi cukup mahal. Seperti dikutip organicandhealthy.org, pajak diberlakukan pada barang-barang itu sebagai insentif pada konsumen yang membeli benda-benda yang sifatnya tahan lama. (dsyamil)

BACA JUGA

  1. Ala Mak ! Swedia Kehabisan Sampah. Di Indonesia Banyak.  
  2. Leonardo DiCaprio Investasi di Uber Sampah
  3. Sepatu Dari Sampah Botol Plastik. Kereeennn!

 

Baca Artikel Asli