Merahputih.com - Sorot lampu studio televisi Spanyol El Hormiguero mendadak berubah menjadi panggung sandiwara politik penuh ambisi.
Seorang pengusaha sukses berjas rapi tersenyum lebar sambil membentangkan selembar jersi putih ikonik Los Blancos lengkap dengan nomor punggung mentereng, 9.
Di atas nomor tersebut, tercetak jelas nama bomber maut penguasa Etihad Stadium, Erling Haaland dan memicu histeria massal para pemilih suara Santiago Bernabeu.
Namun, aksi teatrikal memamerkan jersi Real Madrid bertuliskan Haaland justru berbuah petaka hukum dari tanah Inggris.
Baca juga:
Derby Madrid Pecah di Luar Lapangan, Rival Sekota Saling Sikut Berebut Alexis Mac Allister
Klub raksasa Premier League, Manchester City, resmi melayangkan ancaman gugatan pengadilan kepada calon Presiden Real Madrid, Enrique Riquelme.

Langkah hukum ini berawal dari pernyataan kontroversial sang taipan Spanyol dalam sebuah acara bincang-bincang televisi. Riquelme menebar janji manis kampanye berupa jaminan mendatangkan juru gedor utama Citizens apabila memenangi kursi kuasa El Real akhir pekan ini.
Gugatan Hukum Akibat Eksploitasi Citra Pemain
Manajemen Manchester City meradang melihat aksi Riquelme menjadikan bintang utama mereka sebagai komoditas politik pemilu.
Jurnalis terkemuka Eropa, Fabrizio Romano, merilis pernyataan resmi klub asal Manchester tersebut mengecam keras manuver sepihak kubu Spanyol.
Kabar yang beredar dari Spanyol mengenai masa depan Erling Haaland adalah SALAH. TIDAK ADA kemungkinan hal ini terjadi dan tidak ada klausul kontrak yang memungkinkan hal tersebut. Kami sedang mempertimbangkan TINDAKAN HUKUM terkait penggunaan citra pemain kami dalam konteks ini,
Fabrizio Romano soal ancaman gugatan Manchester City/
Manajemen Etihad menegaskan komitmen menjaga hak eksklusif penggawa mereka dari segala bentuk klaim palsu.

Berikut poin-poin krusial pernyataan tegas manajemen Manchester City terkait polemik tersebut:
-
Klaim Kebohongan Publik: Berita beredar luas di Spanyol mengenai masa depan penyerang Norwegia tersebut murni informasi palsu.
-
Ketiadaan Klausul Pelepasan: Manajemen menegaskan tidak ada peluang kepindahan terjadi, sekaligus membantah keberadaan klausul kontrak penunjang transfer.
-
Persiapan Gugatan Meja Hijau: Klub resmi mempertimbangkan langkah hukum atas penggunaan citra (image rights) sang pemain tanpa izin tertulis dalam pusaran kampanye politik.
Strategi Politik Bernilai Miliaran Rupiah
Aksi nekat Riquelme sejatinya bertujuan meruntuhkan dominasi rezim lama jelang pemungutan suara penentuan pemimpin baru raksasa ibu kota Spanyol.
Pembentangan seragam Los Blancos bertuliskan nama mesin gol berambut pirang tersebut sempat mendominasi halaman depan media olahraga Eropa sebelum munculnya surat peringatan dari Inggris.
Baca juga:
Jose Mourinho Belum Resmi ke Real Madrid Tapi Sudah Beri Ancaman ke Fede Valverde
Pihak Manchester City menilai tindakan eksploitasi visual tanpa kesepakatan bisnis legal merugikan nilai komersial sang pemain. Kini, fokus publik tertuju pada reaksi kubu kandidat presiden tersebut menghadapi tuntutan hukum dari juara bertahan Liga Inggris.
Pemungutan suara krusial Real Madrid akhir pekan ini dipastikan berlangsung panas di bawah bayang-bayang ancaman denda miliaran rupiah.