Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengusulkan pembangunan tiga titik strategis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) kepada Menteri Lingkungan Hidup guna mempercepat transisi pengelolaan sampah berkelanjutan.
Rencana ambisius ini mencakup wilayah Bantargebang, Rorotan, dan Sunter sebagai pusat transformasi energi baru terbarukan di ibu kota.
Baca juga:
RDF Rorotan Jadi Solusi Kurangi Ketergantungan Sampah Jakarta ke Bantargebang
Skema Waste to Energy di Tiga Lokasi Utama
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memproyeksikan kapasitas pengolahan yang masif untuk mengatasi tumpukan limbah harian. Di Bantargebang, sistem akan mengelola kombinasi limbah segar dan stok lama guna mengurangi beban lahan secara bertahap.
“Kalau itu bisa dilakukan, maka masing-masing di Bantargebang kurang lebih 3.000 ton per hari, 2.000 sampah baru, 1.000 adalah sampah lama yang diambil dari Bantargebang," ujar Pramono, Kamis (12/3).
Sementara itu, wilayah Rorotan diproyeksikan menyerap 2.000 ton sampah baru per hari. Untuk wilayah Sunter, tepatnya melalui proyek ITF Sunter, kapasitas pengolahan ditargetkan mencapai 2.500 ton sampah baru setiap harinya.
Mengurangi Ketergantungan pada Landfill
Kehadiran PLTSa dan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan diprediksi mampu menampung total 6.500 hingga 7.000 ton sampah warga Jakarta. Langkah ini dianggap sebagai solusi mutakhir untuk memperpanjang napas TPST Bantargebang yang kini kondisinya semakin kritis.
Baca juga:
Menteri LH Sebut akan Ada Tersangka Peristiwa Longsor Gunungan Sampah di Bantargebang
"Saya yakin ini akan juga mengurangi volume yang ada di Bantargebang. Itu yang akan kami lakukan,” tegas Pramono.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Pramono menekankan pentingnya migrasi dari sistem landfill konvensional menuju pendekatan waste to energy.
Sinergi antarlembaga dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ini diharapkan mampu mendukung target nasional dalam menciptakan kota yang lebih bersih dan mandiri energi.