Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026

MerahPutih.com - Aktivitas komunitas WNA Entourage Bali di Canggu yang menggelar lari berjudul Silent Disco diduga diskriminatif terhadap WNI ramai diperbincangkan. Bahkan, imigrasi harus turun tangan dan mencekal WNA asal Belanda yang menyelengarakan event tersebut.

Kalau komunitas eksklusif menurut saya di Bali ini dulu pernah ada komunitas tempat tinggal (Kampung Rusia), ternyata itu sudah tidak ada lagi, nah sekarang juga tidak ada,

ujar Gubernur Bali Wayan Koster memastikan tidak ada komunitas Warga Negara Asing (WNA) eksklusif di Bali.

Selain itu, yang Silent Disco, tegas ia,pihaknya mendapatkan laporan ternyata tidak tidak seperti yang diberitakan.

Orang Indonesianya ada, jadi tidak benar kabar itu,

tegasnya.

Baca juga:

Roberto Mancini Resmi Kembali Latih Timnas Italia, Claudio Ranieri Jadi Direktur Teknik

Meski dipastikan tidak ada ekslusifitas pada kasus ajang lari oleh WNA di Canggu, Pemprov Bali memastikan terus mengevaluasi dan meningkatkan intensitas kerja sesuai dengan tupoksinya.

Semua itu dalam rangka menjaga agar Bali tetap terjaga dengan baik sebagai destinasi wisata utama dunia, maupun juga kepentingan internal kita sebagai bagian daripada penegakan hukum di Indonesia,

kata Koster.

Disinggung soal buntut kejadian tersebut banyak komunitas lari yang menghentikan aktivitas lari bareng, Gubernur Koster memastikan itu tidak perlu dilakukan.

Sebagai daerah wisata yang salah satunya mendorong wisata olahraga ia mempersilahkan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.

“Kan lari biasa saja boleh tidak ada hal yang perlu dirisaukan sepanjang dia tidak mengganggu, ini kan dilakukan pagi hari, kan tidak ada terganggu biasa saja, kita-kita juga sering lari kan,” tuturnya.

Dalam rapat koordinasi yang diikuti Pemprov Bali, Polda Bali, Kodam Udayana, Kejaksaan Tinggi Bali, BINDA Bali, BNN, hingga Imigrasi dipastikan bahwa kondisi Bali kondusif termasuk menyangkut urusan WNA, sehingga forkopimda memastikan Bali masih tetap pilihan destinasi wisata utama dunia.

“Secara umum, dari hasil pembahasan kami, laporan dari Bapak Kapolda, Bapak Danrem, Bapak Kajati, Kabinda, itu secara umum kondisi Bali ini baik, kondusif, aman, hanya memang kita harus bisa membedakan dinamika di media sosial yang yang menjadi banyak pertanyaan-pertanyaan sehingga seakan-akan Bali ini sesuatu yang terganggu, sebenarnya tidak seperti itu adanya,” ujar gubernur.

Baca Artikel Asli