Nasib Luka Modric di AC Milan, Geser Jadi Gelandang Serang atau Rela Cadangan Mati

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 16 September 2026
Nasib Luka Modric di AC Milan, Geser Jadi Gelandang Serang atau Rela Cadangan Mati

Luka Modric (AC Milan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Penampilan melempem Luka Modric di AC Milan musim ini menjadi dilema berat bagi sang pelatih, Ruben Amorim, yang kesulitan menyematkan sang veteran ke dalam sistem double pivot.

Mengutip analisis media Italia, Tuttosport, solusi paling ideal untuk mengakali masalah taktik Ruben Amorim ini adalah dengan mendorong Modric sebagai gelandang serang Milan atau menjadikannya senjata mematikan yang akan muncil dari bangku cadangan.

Situasi ini makin krusial mengingat masa depannya di starting line-up mulai digugat, terutama karena skuad Rossoneri justru tampil lebih menggigit saat Modric ditarik keluar.

Baca juga:

Luka Modric Dukung Jose Mourinho di Real Madrid, Ungkap Mimpi Kembali ke Bernabeu

Kalau musim lalu peran sang maestro Kroasia ini seolah nggak tergantikan, kini peran Luka Modric justru berubah jadi tanda tanya besar di mata Milanisti.

Kebingungan taktik ini makin memuncak pasca hasil imbang AC Milan saat melawat ke markas Lazio pekan lalu, di mana Modric terlihat keteteran meladeni tempo tinggi pertandingan.

Skema 3-4-2-1 yang sekarang jadi pakem paten formasi AC Milan terbaru rupanya kurang ramah buat fisik pemain seusianya, memaksa tim pelatih putar otak mencari formula agar visi bermain sang bintang tidak berujung mubazir di lapangan.

Beda Era, Beda Peran: Dari Zona Nyaman Allegri ke Sistem Baru

Luka

Di era kepelatihan Max Allegri, Modric selalu mendapat jaring pengaman ekstra karena skema tiga gelandang tengah memberinya kebebasan berkreasi tanpa harus habis napas bertahan. Sayangnya, zona nyaman itu lenyap seketika dalam racikan dua gelandang jangkar ala Amorim.

Kualitas passing dan visi bermain Modric memang nggak ada lawan, tapi kalau bicara soal intensitas tinggi, ia jelas mulai kerepotan.

Bukti paling telak tersaji di laga kontra Lazio. Tampil kurang maksimal dan kehabisan bensin, Modric terpaksa ditarik keluar saat jeda turun minum.

Menariknya, begitu Yunus Musah yang punya engine lebih segar masuk menggantikannya, daya juang dan ritme permainan Milan langsung membaik secara drastis.

Opsi Realistis: Gelandang Serang atau "Super Sub" Babak Kedua?

Mencadangkan pemain dengan reputasi sementereng Modric tentu bukan perkara gampang. Ia bukan sekadar pemain biasa, melainkan salah satu sosok pemimpin paling dihormati di ruang ganti Milan.

Laporan Tuttosport menyoroti bahwa tim pelatih sedang mempertimbangkan dua skenario penyelamatan karier Modric di San Siro.

Baca juga:

Zlatan Ibrahimovic Kembali ke Milanello, Kok Nggak Ketemu Skuad AC Milan dan Ruben Amorim?

Opsi pertama adalah menjadikannya impact player atau pemain pengganti di tengah laga, tepatnya saat stamina lawan mulai anjlok di babak kedua. Opsi kedua yang tak kalah menarik adalah membebaskannya dari tugas bertahan dengan memplotnya murni sebagai gelandang serang.

Waktu jeda internasional (FIFA Match Day) sejatinya jadi momen emas buat Amorim dan Modric mematangkan taktik baru ini. Sialnya, sang pemain dipastikan absen dari pusat latihan Milanello karena harus terbang membela Timnas Kroasia, membuat penyelesaian dilema ini harus tertunda sedikit lebih lama.

#Luka Modric #AC Milan #Ruben Amorim
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Minim Menit Bermain di AC Milan, Francesco Camarda Dipantau Chelsea
Chelsea kembali memantau situasi penyerang muda AC Milan, Francesco Camarda.
Yusuf Abdillah - Jumat, 25 September 2026
Minim Menit Bermain di AC Milan, Francesco Camarda Dipantau Chelsea
Olahraga
AC Milan Tak Terburu-buru Perpanjang Kontrak Pulisic dan Rabiot
AC Milan belum membuka negosiasi dengan pihak Christian Pulisic dan Adrien Rabiot mengenai kontrak baru.
Yusuf Abdillah - Kamis, 24 September 2026
AC Milan Tak Terburu-buru Perpanjang Kontrak Pulisic dan Rabiot
Olahraga
AS Roma dan AC Milan Incar Endrick, Real Madrid Bisa Pinjamkan Januari 2027
AS Roma dan AC Milan ingin meminjam Endrick. Real Madrid bisa membuka opsi pinjaman pada Januari 2027.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
AS Roma dan AC Milan Incar Endrick, Real Madrid Bisa Pinjamkan Januari 2027
Olahraga
Masa Depan Francesco Camarda di AC Milan Terancam, Chelsea & Tottenham Siap Membajak
Penasaran dengan rumor transfer Francesco Camarda? Wonderkid AC Milan ini kini jadi incaran utama Chelsea dan Tottenham karena minimnya menit bermain. Simak update terbarunya di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Masa Depan Francesco Camarda di AC Milan Terancam, Chelsea & Tottenham Siap Membajak
Olahraga
AC Milan Kasih Kado Manis Seabad San Siro, Cukur Habis Lecce 3 Gol Tanpa Balas
Hasil AC Milan vs Lecce berakhir dengan skor telak 3-0. Gol Pulisic, Rabiot, dan Moreira jadi kado ulang tahun ke-100 stadion San Siro. Simak ulasan pertandingannya di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 23 September 2026
AC Milan Kasih Kado Manis Seabad San Siro, Cukur Habis Lecce 3 Gol Tanpa Balas
Olahraga
AC Milan dan Juventus Mulai Dekati Viktor Gyokeres, Arsenal Siapkan Penggantinya
Viktor Gyokeres kini didekati AC Milan dan Juventus. Ia mulai frustasi dengan situasinya di Arsenal.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
AC Milan dan Juventus Mulai Dekati Viktor Gyokeres, Arsenal Siapkan Penggantinya
Olahraga
Persaingan Papan Atas Serie A, Ruben Amorim Akui Inter dan Roma Lebih Matang ketimbang AC Milan
Ruben Amorim menilai Inter Milan dan AS Roma memiliki keunggulan dari sisi waktu kebersamaan sebagai tim.
Yusuf Abdillah - Selasa, 22 September 2026
Persaingan Papan Atas Serie A, Ruben Amorim Akui Inter dan Roma Lebih Matang ketimbang AC Milan
Olahraga
Ruben Amorim Jelaskan Kapan Luka Modric Bisa Tampil Maksimal Bersama AC Milan
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menjelaskan peran Luka Modric dalam skuadnya.
Yusuf Abdillah - Selasa, 22 September 2026
Ruben Amorim Jelaskan Kapan Luka Modric Bisa Tampil Maksimal Bersama AC Milan
Olahraga
Rafael Leao Kembali Dikritik, Masalah di Galatasaray Disebut Mirip dengan AC Milan
Rafael Leao kini kembali dikritik di Galatasaray. Kasus lama di AC Milan pun sepertinya akan terulang lagi?
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Rafael Leao Kembali Dikritik, Masalah di Galatasaray Disebut Mirip dengan AC Milan
Olahraga
Imbang Lawan Fulham, Fans Manchester United Bandingkan Michael Carrick dengan Ruben Amorim
Fans Manchester United mengkritik Michael Carrick usai imbang lawan Fulham. Carrick dibandingkan dengan Ruben Amorim.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Imbang Lawan Fulham, Fans Manchester United Bandingkan Michael Carrick dengan Ruben Amorim
Bagikan