Merahputih.com - Kasus pemecatan karyawan Rockstar kini berbuntut panjang setelah puluhan pekerja studio pembuat game GTA ini menuntut keadilan di pengadilan karena merasa didepak sepihak.
Gugatan mantan karyawan Rockstar North ini menyoroti dugaan pembungkaman aktivitas serikat pekerja, meski perusahaan induk membantahnya dan menuduh ada pelanggaran privasi tingkat tinggi.
Perseteruan panas ini akhirnya berujung di meja hijau demi membongkar siapa yang sebenarnya bermain kotor dalam insiden pemutusan hubungan kerja massal tersebut.
Baca juga:
Sony Rilis DualSense Edisi GTA 6, Bawa Desain Nuansa Vice City
Dalam sidang mantan karyawan GTA yang digelar di Glasgow, perwakilan hukum perusahaan secara terang-terangan menyebut tindakan eks pekerjanya sebagai pelanggaran fatal.
Kasus kebocoran email Rockstar Games di platform Discord ini bermula ketika salah satu anggota menyebar instruksi rahasia dari manajemen ke komunitas luar.
Bukannya mendapat ruang diskusi, insiden ini malah jadi senjata perusahaan untuk mendepak sekitar 34 orang yang tergabung dalam serikat pekerja Rockstar dari wilayah Inggris dan Kanada pada Oktober 2025 lalu.
Kronologi Bocornya "Dapur" Manajemen ke Discord

Babak baru perseteruan ini terungkap saat mantan karyawan bernama Dayne Oram memberikan kesaksiannya.
Oram dicecar pertanyaan soal tindakannya mengunggah email dari petinggi perusahaan ke sebuah server Discord pada Oktober 2025.
Email yang diposting tersebut bukan sembarang pesan, melainkan panduan internal terkait penggunaan channel Slack yang dikirim langsung oleh Wakil Presiden HRD Rockstar, Rob Spampinato.
Thomas Cordrey, pengacara yang mewakili Rockstar, membeberkan bahwa menyebar teks email secara utuh ke grup berisikan 350 orang, di mana 10 di antaranya sudah bukan karyawan lagi, adalah sebuah kesalahan fatal.
Menurut pengacara Rockstar, perusahaan selalu mengambil "garis keras" terkait keamanan informasi. Ia bahkan menyindir bahwa jajaran manajer bakal "mengamuk" (gone ballistic) seandainya ada yang nekat meminta izin untuk membagikan email internal ke platform sekelas Discord.
Pelanggaran Anda terhadap kebijakan ini adalah tindakan pelanggaran berat yang sangat fatal,
tegas Cordrey saat mencecar Oram di persidangan sebagaimana laporan Sky News.
Kebijakan internal perusahaan dengan jelas melarang informasi rahasia dibagikan ke pihak luar tanpa lampu hijau dari manajemen. Selain itu, data-data krusial hanya boleh disimpan di dalam sistem yang sudah disetujui oleh tim keamanan dan legal Rockstar.
Perlawanan Serikat Pekerja vs Dalih Keamanan
Di sisi lain ring persidangan, sebanyak 23 mantan karyawan asal Edinburgh ini tidak berjuang sendirian.
Mereka kini bernaung di bawah Independent Workers' Union of Great Britain (IWGB) untuk melawan raksasa industri game yang berada di bawah payung Take-Two Interactive tersebut.
Para pekerja yang didepak merasa bahwa aturan kerahasiaan perusahaan hanyalah tameng manajemen untuk memberangus pergerakan serikat pekerja di dalam studio pembuat GTA tersebut.
Namun, Rockstar North tampaknya tidak mau kalah gertak. Perusahaan menegaskan bakal secara "gigih" melawan semua tuduhan pemecatan sepihak itu dan tetap berpegang teguh bahwa eks karyawannya telah menginjak-injak aturan main soal kerahasiaan data.
Baca juga:
Netflix Bocorkan Tampilan 27 Menit 'GTA 6', Tampilkan Jason dan Lucia di Vice City
Ringkasan Fakta Kasus Rockstar North:
- Pihak Penggugat: 23 mantan karyawan Rockstar North (dari total 34 yang dipecat di Inggris & Kanada).
- Pihak Tergugat: Rockstar North / Take-Two Interactive.
- Akar Masalah (Versi Karyawan): Pemecatan sepihak karena aktivitas berserikat.
- Akar Masalah (Versi Perusahaan): Pelanggaran Non-Disclosure Agreement (NDA) karena membocorkan email HRD ke server Discord berisi 350 orang.