Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas

Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas.(foto: Instagram @niluhdjelantik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KOMUNITAS lari di kawasan Canggu, Bali, menjadi sorotan setelah muncul dugaan mereka hanya menerima warga negara asing (WNA) sebagai anggota. Sementara itu, warga negara Indonesia (WNI) disebut tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan komunitas tersebut. Dugaan diskriminasi itu menuai kritik, terlebih kegiatan lari disebut menggunakan jalan dan fasilitas publik yang dipenuhi peserta.

Anggota DPD RI asal Bali Ni Luh Djelantik meminta Imigrasi Bali, Imigrasi Ngurah Rai, hingga Polda Bali menyelidiki dugaan tersebut. Ia juga meminta aparat mengecek legalitas kegiatan dan izin tinggal WNA yang tergabung dalam komunitas itu.

"Kepada Imigrasi Bali, Imigrasi Ngurah Rai, dan Polda Bali, mohon cek izin kegiatan dan izin tinggal para WNA yang ada di video ini. Kami akan kirimkan surat resmi terkait dengan dugaan tindakan diskriminatif yang dilakukan komunitas yang terdiri dari WNA terhadap warga WNI," kata Ni Luh dalam keterangannya, Jumat (24/7).

Ni Luh mempertanyakan apakah larangan bagi WNI merupakan aturan internal komunitas atau bentuk diskriminasi. Menurutnya, siapa pun yang beraktivitas di Indonesia harus menghormati warga dan aturan yang berlaku.

Baca juga:

Bareskrim Bongkar Sindikat Internasional Pencurian Modul BTS, Diduga Dikendalikan WNA dari Bangkok



"Kepada para WNA ataupun foreigners yang tidak menerima keanggotaan warga negara Indonesia, kalian melakukannya di Bali, kalian melakukannya di Indonesia. Ini tanah air kami. So, we're gonna keep an eye on you," ujarnya.

Ni Luh memastikan akan mengawal persoalan tersebut dan menunggu hasil pemeriksaan dari instansi terkait. Di tengah polemik itu, kritik juga datang dari sejumlah ekspatriat yang menilai pembatasan keanggotaan berdasarkan kewarganegaraan tidak dapat dibenarkan.

Saat ini publik masih menunggu penjelasan resmi dari penyelenggara komunitas mengenai aturan keanggotaan, penggunaan fasilitas publik, serta perizinan kegiatan. Pemerintah Bali juga didorong memberikan kepastian agar polemik tersebut tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Isu dugaan diskriminasi atau rasisme pada klub lari (running club) di Bali bermula dari viralnya laporan di media sosial mengenai komunitas lari ekspatriat di kawasan Canggu yang diduga menolak pendaftaran atau partisipasi warga lokal/WNI.

Sejumlah warga lokal membagikan pengalaman tidak menyenangkan karena pendaftaran mereka ditolak atau tidak direspons penyelenggara acara lari yang didominasi warga negara asing (WNA).(Pon)

Baca juga:

287 WNA Jadi Tersangka Jaringan Judol Hayam Wuruk Plaza, WNI Hanya 4 Orang















#Ni Luh Djelantik #Warga Negara Asing (WNA) #Bali
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Sebagai daerah wisata yang salah satunya mendorong wisata olahraga ia mempersilahkan aktivitas lari yang tidak mengganggu dilakukan seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Banyak Dugaan Komunitas WNA Ekslusif di Bali, Ini Kata Gubernur
Indonesia
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
PDIP akan selalu mendukung keadilan bagi rakyat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Dituduh Curi Ayam Aduan Hingga Tewas, Kasus Pengeroyokan Warga di Tabanan Bikin PDIP Pasang Badan
Indonesia
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Kegiatan yang digelar di kawasan Canggu, Bali, tersebut tidak boleh menjadi preseden buruk bagi penegakan aturan keimigrasian.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Tegaskan WNA tak Boleh Jadi Penyelenggara Acara di Indonesia
Indonesia
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Mereka diduga menjadi penyelenggara acara lari yang belakangan menuai sorotan publik karena dianggap mendiskriminasi warga negara Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Dirjen Imigrasi Cekal Dua WN Belanda Penyelenggara Event Lari di Canggu, EO Ikut Diusut
Indonesia
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Dugaan diskriminasi terhadap WNI oleh komunitas lari Entourage Bali memicu perdebatan di media sosial. Kasus ini kini mendapat perhatian Ni Luh Djelantik.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Entourage Bali, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak
Indonesia
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Dugaan diskriminasi itu menuai kritik, terlebih kegiatan lari disebut menggunakan jalan dan fasilitas publik yang dipenuhi peserta. 

Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Senator Ni Luh Djelantik Minta Dugaan Diskriminasi WNI oleh Komunitas Lari di Bali Diusut Tuntas
Indonesia
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Seekor paus bungkuk sepanjang 7 meter lebih terdampar di Pantai Perancak, Jembrana, Bali. Meski tim gabungan berupaya menyelamatkan, paus akhirnya mati beberapa jam setelah ditemukan.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Sedihnya, Paus Bungkuk Terdampar di Bali Akhirnya Mati Setelah 5 Jam Penyelamatan Gagal
Fun
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Film horor Korea Taboo: The Silent Day mengangkat tradisi Nyepi Bali. Disutradarai Park Kyung-kun, dibintangi Kwon Da-ham, Della Dartyan, dan Sujiwo Tejo. Tayang sekitar September 2026.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Liburan Jadi Mimpi Buruk, Horor Korea Taboo: The Silent Day Angkat Tradisi Nyepi Bali
Indonesia
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Bali Dimulai, Target Operasional 2028
Kebutuhan terhadap teknologi ini muncul berangkat dari PR Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan masalah sampah dengan cepat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik di Bali Dimulai, Target Operasional 2028
Indonesia
287 WNA Jadi Tersangka Jaringan Judol Hayam Wuruk Plaza, WNI Hanya 4 Orang
Sebanyak 287 WNA dan 4 WNI menjadi tersangka jaringan judi online internasional di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta. Mayoritas tersangka berasal dari Vietnam.
Wisnu Cipto - Jumat, 26 Juni 2026
287 WNA Jadi Tersangka Jaringan Judol Hayam Wuruk Plaza, WNI Hanya 4 Orang
Bagikan