MerahPutih.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menekankan pentingnya pelajar untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang dimiliki bangsa Indonesia dan meminta pelajar jangan alergi terhadap politik.
Bamsoet, sapaan akrabnya mengatakan hal itu saat menerima kunjungan edukasi siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Terpadu (SMPIT) Nurhikmah, Bekasi.
Kehadiran siswa-siswi itu bagian dari DPR dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberikan edukasi politik kepada para penerus bangsa.
Bamsoet menuturkan, saat ini dan di masa yang akan datang, berbagai hal dikerjakan oleh mesin. Namun ada satu hal yang tak dimiliki oleh mesin dan hanya dimiliki oleh manusia, yaitu sikap empati, kasih sayang, serta peduli terhadap sesama.
"Anak-anakku harus gali dan amalkan ilmu. Begitupun dengan ajaran agama. Melalui nilai budaya dan agama, kita akan menjadi manusia seutuhnya," ujarnya seperti dilansir Antara, Rabu (31/1).
Dalam kesempatan yang sama Bamsoet berpesan kepada para pelajar untuk tak bersikap alergi ataupun antipati terhadap politik.
Ia meyakinkan politik merupakan jalan mengabdikan hidup agar dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Salah satunya disebutkan Bamsoet dengan menggerakan roda pemerintahan maupun lembaga negara dengan baik dan benar.
"Karena itu, anak-anak ku sekalian tidak boleh alergi dengan politik. Karena di pundak anak-anaklah masa depan bangsa diemban," katanya.
Ia meyakini para siswa-siswi yang menemuinya dapat menjadi presiden, menteri, Ketua DPR, ketua lembaga lainnya.
"Bapak berpesan agar senantiasa tidak melupakan nilai-nilai kebaikan. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Jika jadi pejabat publik, jalankan politik yang beretika dan menjunjung tinggi kebenaran," tuturnya.
Ia berpesan kepada para siswa-siswi agar senantiasa menggali ilmu pengetahuan dari berbagai sumber karena tantangan di masa mendatang akan sangat berat.
"Kemajuan informasi dan teknologi saat ini jangan menjadikan kita terlena. Manfaatkan berbagai kemajuan tersebut untuk mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan, misalnya melalui Youtube, Twitter, Facebook, maupun media sosial lainnya," ucapnya. (*)