MerahPutih.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyinggung fenomena baru yang disebutnya sebagai “inflasi pengamat”.
Istilah baru yang diperkenakan Seskab itu merujuk kepada banyak pihak yang memberikan analisis di berbagai bidang tanpa didukung latar belakang maupun data yang sesuai fakta.
“Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru,” kata Teddy, kepada media, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4).
Baca juga:
Geger Isu Makar, Firman Soebagyo Semprot Pengamat Senior yang Coba Ajak Gulingkan Prabowo Subianto
Para Pemain Lama Sebelum Prabowo Jadi Presiden
Menurut Teddy, fenomena ini sudah berlangsung sejak sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden, dengan tujuan memengaruhi opini publik.
“Dari sebagian besar, pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha memengaruhi warga, membentuk opini publik. Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden,” ujarnya, dilansir Antara.
Padahal, Teddy menegaskan kondisi itu berbanding terbalik dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo saat ini.
Baca juga:
Prabowo Klaim Kinerja Kabinet Merah Putih Efektif, Indonesia Tetap Stabil di Tengah Krisis Global
Seskab mengungkapkan lebih dari 96 juta warga menunjukkan kepercayaan kepada Presiden Prabowo, merujuk pada jumlah suara resmi pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilu 2024 yang ditetapkan KPU sebanyak 96.214.691 suara.
“Faktanya, lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo. Tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik. Bukan suatu asumsi,” tuturnya.
Pemerintah Bukan Antikritik
Teddy menegaskan perbedaan pandangan dan kritik tetap diperbolehkan di era demokrasi saat ini. Namun, dia mengingatkan agar tidak menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.
“Tentu belum sempurna. Kami terima kritik, terima masukan. Nah, secepat mungkin kita sempurnakan, kita maksimalkan, sesegera mungkin,” tandas mantan ajudan Prabowo sejak menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) itu. (*)