MerahPutih Nasional - Bambang Soesatyo menegaskan, sebelum buku barunya diterbitkan, Bamsoet -panggilan akrabnya- ingin memberi judul Istana Kampret. Judul tersebut dinilai kasar, sehingga pilihannya jatuh pada judul Republik Komedi 1/2 Presiden. (Baca: Mengungkap 10 Koleksi Batu Akik Bambang Soesatyo)
Bamsoet meminta pendapat tersebut dari teman-temannya. Akhirnya, imbuh Bamsoet, teman-teman menyarankan agar judul kasar tersebut tidak digunakan. "Buku ini adalah buku pertama saya di periode DPR 2014-2019," kata dia di ruangan Fraksi Golkar, Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (26/3).
Di dalam buku, pria kelahiran 10 September 1962 ini mengkritisi pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla. Menurutnya, kini negara dibayang-bayangi ketidakpastian. Selain itu, rivalitas Polri dan KPK juga tak kunjung usai, karena penyelesaian bertele-tele. "Karena semua kekuatan politik pendukungnya berperilaku destruktif," kata pria berzodiak Virgo ini. (Baca: Buku Baru Steve Jobs Rilis Akhir Maret)
Pada kesempatan yang sama, Bamsoet meluncurkan buku terbarunya, Republik Komedi 1/2 Presiden, di Gedung DPR RI. Turut hadir dalam peluncuran tersebut di antaranya pengamat politik, Tjipta Lesmana, dan Sekretaris Fraksi Golkar Ade Komaruddin. (hur)